Ada Kabar, Inspektorat Sudah Diminta Mengaudit Pengadaan Desinfektan Menggunakan Dandes se-Talaud

Inspektur: Masih Sementara Berproses Lah

POSKO, MANADO-Kejari Talaud ternyata terus menggenjot penanganan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pengadaan cairan desinfektan, yang menggunakan dana desa (Dandes) seluruh desa se-Kabupaten Kepulauan Talaud, tahun anggaran (TA) 2020.

Baca juga:

Diduga Ada Markup di Pengadaan Desinfektan Menggunakan Dandes di Talaud

Sebab informasi didapat POSKO MANADO, selain sementara meminta keterangan dari para pejabat yang mengetahui masalah dalam pengadaan tersebut; Kejari Talaud juga dikabarkan sudah meminta pihak Inspektorat Kabupaten Talaud untuk melakukan audit.

“Pihak Kejari Talaud sudah meminta Inspektorat (Talaud) untuk mengaudit pengadaan cairan desinfektan dari seluruh desa se-Talaud TA 2020,” ungkap sumber resmi dan meminta namanya disimpan.

Sementara itu, Inspektur Mody Gumansalangi saat dikonfirmasi via WhatsApp di 0812-9398-1xxx, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat ini pihaknya terkendala dalam mengaudit, karena pemilik perusahaan yang mendapatkan proyek tersebut, sedang berada di luar daerah.

“Iya, kalau permintaan dari kejaksaan (Kejari Talaud) untuk menghitung ulang itu ada. Hanya kami belum bisa menghitung ulang, karena yang kami periksa (pemilik perusahaan yang mengadakan cairan desinfektan) itu ada berangkat (ke luar daerah),” tuturnya kepada POSKO MANADO, beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Diduga Ada Peran Oknum Pejabat Tinggi di Pengadaan Desinfektan C-19 di Seluruh Desa se-Talaud

Meski begitu, ia memastikan pihaknya akan tetap memenuhi permintaan audit dari Kejari Talaud.

“Jadi kami sementara… kan itu Kejari sudah periksa, mereka sudah ada… ya sudah ada pemeriksaan awal data-data itu. Baru dari Kejari (Talaud) sudah minta kami untuk menghitung ulang, sudah ok. Tapi terhambat karena sudah menghubungi yang bersangkutan (pemilik perusahaan yang mengadakan cairan desinfektan). Jadi masih sementara berproses lah,” tutupnya.

Sebelumnya, Kajari Talaud Bambang Supriyanto mengatakan dalam konferensi pers, penanganan dugaan KKN ini sudah dalam tahap penyelidikan.

“(Penanganan kasus dalam tahap) penyelidikan ada dugaan KKN pada pengadaan desinfektan C-19, bersumber dari Dandes TA 2020 se-Talaud,” katanya.(ian)