Ada Kabar, Pemenang Tender Jalan Laluhe-Dampulis Berbanderol 7,58 M di Talaud Diatur

Diduga Pemenang Sudah Ditentukan Kalangan Berkepentingan, Pokja Tinggal Eksekusi Pemenang

 

POSKO, MANADO – Pembangunan Jalan Strategis Desa Laluhe-Dampulis di Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud kembali berpolemik. Setelah sebelumnya pekerjaan di 2021 dengan menyedot anggaran sekira Rp 5,29 miliar tersebut yang disinyalir dikerjakan asal-asalan dan tak tuntas; di 2023 ini, ada lagi tender Pembangunan Jalan Strategis Desa Laluhe-Dampulis.

Menariknya, ada kabar beredar, pemenang tender berbanderol sekira Rp 7,58 miliar tersebut sudah diatur oleh sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Talaud.

Baca juga:

Legislator Talaud yang Ikut Paripurna APBD-P 2022 Diduga Terima 1M per Orang

Menurut sumber wartawan POSKO MANADO, tender proyek ini diduga sudah diatur sedemikian rupa oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang/Jasa, untuk dimenangkan oleh perusahaan yang sudah ditentukan sejumlah kalangan berkepentingan.

“Pokja diduga bermain dalam menentukan pemenang tender Pembangunan Jalan Strategis Desa Laluhe-Dampulis di tahun ini (2023). Dimana, pemenang tender sudah lebih dahulu ditentukan oleh sejumlah kalangan berkepentingan dan Pokja tinggal mengeksekusi perusahaan mana yang menang,” tutur sumber.

Baca juga:

Harga Lahan SPBU Melonguane Disebut Tak Wajar, Naik 400 Persen dari NJOP

Terpisah, Kabag Barang dan Jasa (Barjas) Talaud Denny Sasea yang membawahi pelaksanaan penyelenggaraan pengadaan barang/jasa, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi, Sabtu (20/05/2023).

Dihubungi via ponsel di 085216492xxx dan 081356676xxx, hanya terdengar suara operator seluler yang meminta untuk meninggalkan pesan suara.

Baca juga:

Setwan DPRD Talaud Dikabarkan Miliki Utang Mami Ratusan Juta

Sementara itu, dilansir dari http://lpse.talaudkab.go.id, pekerjaan konstruksi Pembangunan Jalan Strategis Desa Laluhe-Dampulis di 2023 ini, memiliki Kode Tender 1253665; dengan Satuan Kerja Dinas PUTR Talaud dan nilai pagu sekira Rp 7,81 miliar; serta diikuti sekira 31 peserta.

Sedangkan pemenang tender, yakni CV SYALOM dengan nilai kontrak sekira Rp 7,58 miliar.(ian)