AMTI Kutuk Kasus Dugaan Guru Bully Murid di SD NuliCedo Mangaran

Turangan: Kepsek Harus Dicopot dan Guru Honorer Diduga Pelaku Diberhentikan

Grafis STOP Bullying dari Direktorat Sekolah Dasar.

POSKO, MANADO – Kasus dugaan perundungan atau bullying yang oknum guru terhadap murid di SD NuliCedo Mangaran, Kabupaten Kepulauan Talaud; mendapat reaksi keras dari Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia.

Baca juga:

Dinas P3MD Talaud Sesalkan Dugaan Bullying Murid oleh Guru Honorer di SD NuliCedo Mangaran

Tak tanggung-tanggung Ketum AMTI Tommy Turangan mengutuk dugaan perlakuan dari oknum wali kelas V inisial EP alias Epifianti terhadap siswi Bunga (nama samaran).

“AMTI mengutuk kasus (dugaan) oknum wali kelas di SD NuliCedo Mangaran, Talaud, yang melakukan bully kepada muridnya (Bunga),” tegasnya saat menghubungi POSKO MANADO, Rabu (07/02/2024).

Baca juga:

Pihak SD NuliCedo Mangaran Biarkan Kasus Dugaan Guru Honor Bullying Murid?

Ditekankan, bullying merupakan kasus luar biasa. Karena sangat merusak mental anak. “Bully itu sangat merusak. Itu merusak mental anak dan pasti membekas selama hidup. Parahnya lagi, ini diduga dilakukan oleh oknum guru terhadap murid. Sungguh disayangkan!” tekannya.

Lanjut Turangan, pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah (kepsek) dan para guru, tampaknya tak mengerti soal bahaya dan dampak dari bullying kepada anak-anak. “Terkesan kepsek dan para guru di SD NuliCedo Mangaran tidak mengerti bullying. Soal bahaya dan dampak bagi anak-anak. Apalagi ini anak SD. Buktinya, sudah sepekan lebih Bunga tidak sekolah karena trauma sebab takut bertemu guru; tidak ada dari pihak sekolah yang datang untuk membuat upaya agar Bunga sekolah lagi,” ujarnya.

Baca juga:

Diduga Pihak Sekolah SD NuliCedo Mangaran Cuek dengan Dugaan Bully Murid

Atas hal tersebut, ia meminta agar kepsek dicopot dan oknum guru honorer yang diduga melakukan bullying kepada siswa diberhentikan.

“Seharusnya kepsek harus dicopot dan oknum wali kelas apalagi masih guru honorer yang diduga melakukan bully kepada siswa itu diberhentikan. Sebab sudah mengancam masa depan anak didik mereka. Apalagi terkesan lakukan pembiaran,” tutup Turangan.

Baca juga:

Diduga Oknum Guru di SD NuliCedo Mangaran Bully Siswi

Sementara itu, informasi didapat, saat ini Tim Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3MD yang dipimpin langsung Kadis Stevenheiner Maarisit sedang berada di Mangaran, untuk menangani kasus dugaan bullying ini.(ian)