AMTI Sebut Dinas P3MD Tidak Menyelesaikan Dugaan Bullying di SD NuliCedo Mangaran

Turangan: Seharunya Ada Tindakan Tegas dan Efek Jera Bagi Oknum Guru dan Pihak Sekolah

POSKO, MANADO-Langkah yang dilakukan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) Kabupaten Kepulauan Talaud; untuk menyelesaikan kasus perundungan atau bullying yang diduga dilakukan oknum guru honorer EP alias Epifianti terhadap siswa sebut saja Bunga (nama samaran) secara kekeluargaan, dinilai Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) tidak tepat.

Baca juga:

Dinas P3MD Talaud Klaim Selesaikan Dugaan Guru Bully Siswa di SD NuliCedo Mangaran

Sebab, menurut Ketum AMTI Tommy Turangan langkah tersebut tidak menyelesaikan permasalahan. “Hanya diselesaikan secara kekeluargaan? Itu bukan langkah yang tepat untuk menyelesaikan kasus bullying. Apalagi ini diduga dilakukan oknum guru terhadap muridnya,” tuturnya saat dihubungi POSKO MANADO, Kamis (08/02/2024).

Ditekankan, penyelesaian kasus dugaan bullying jangan dianggap sepele. Seharusnya Dinas P3MD apalagi Kadis beserta Tim Perlindungan Perempuan dan Anak turun langsung, mengambil langkah tegas bagi oknum guru dan pihak sekolah. Sehingga kejadian-kejadian memalukan seperti ini tidak terjadi lagi.

Baca juga:

AMTI Kutuk Kasus Dugaan Guru Bully Murid di SD NuliCedo Mangaran

“Seharusnya Kadis (P3MD) dan tim (Perlindungan Perempuan dan Anak) saat pertemuan kemarin, mengambil langkah tegas bagi oknum guru dan pihak sekolah. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tekannya.

“Ok, kita ikut saja cara mereka menyelesaikan secara kekeluargaan. Minimal dibuat surat pernyataan oleh oknum guru dan kepsek dari SD NuliCedo Mangaran di atas materai, tidak akan ada lagi kejadian seperti ini. Kalau terjadi lagi, langsung dibawa ke ranah hukum. Tapi ini, terkesan Dinas P3MD Talaud juga melakukan pembiaran dengan membuka ruang bisa diselesaikan secara ‘kekeluargaan’. Padahal ini menyangkut mental anak, anak yang kena bully itu trauma dan bisa membekas sepanjang hidup. Jangan dianggap sepele masalah ini,” sambung Turangan.

Ditambahkan, selain itu, Dinas P3MS beserta Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya, harus banyak turun lapangan mensosialisasikan soal bahaya dan dampak bullying di sekolah-sekolah. Sebab, seperti di SD NuliCedo Mangaran, dari Kepsek hingga guru terkesan tidak mengerti soal bahaya dan dampak bullying bagi anak-anak.

Baca juga:

Dinas P3MD Talaud Sesalkan Dugaan Bullying Murid oleh Guru Honorer di SD NuliCedo Mangaran

“Instansi-instansi terkait harusnya banyak, banyak dan banyak turun lapangan untuk mensosialisasikan soal bahaya dan dampak bullying di sekolah-sekolah. Sudah ada contoh di SD NuliCedo Mangaran, terkesan kepsek dan guru tidak mengerti soal bahaya dan dampak bullying bagi anak-anak didik mereka,” tutup Turangan.

Sebelumnya, kepada POSKO MANADO, Kadis P3MD Stevenheiner Maarisit mengatakan, kasus dugaan guru bullying murid ini, sudah diselesaikan pihaknya secara kekeluargaan.

“Sudah mengklarifikasi semua pembicaraan-pembicaraan dari pihak sekolah. (Bully) ini kan diduga. Baru dugaan. Sehingga kami harus memahami bahasa (diduga) ini. Sehingga tidak saling menyalahkan. Juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sudah ada saling maaf-maafkan dari kedua belah pihak,” katanya.

Baca juga:

 

Lanjut Maarisit kejadian ini jangan sampai terulang lagi di SD NuliCedo Mangaran serta di seluruh sekolah-sekolah di Talaud.

“Ini menjadi satu catatan khususnya di sekolah. Jangan ada sikap kekerasan terhadap anak apalagi ada sifat mengancam secara verbal. Kalau boleh harus ada sekolah ramah anak, bagaimana berbicara dengan anak, bersikap di depan anak,” pungkasnya.(ian)