Bawaslu Talaud Diminta Profesional Tangani Dugaan Pelanggaran Pemilu di Salibabu dan Salibabu Utara

Selain KPPS Melarang Keluarga Mendampingi, Saksi Juga Dilarang Saksikan Pencoblosan

POSKO, MANADO-Bawaslu Talaud diminta untuk bersikap profesional dalam menangani dugaan pelanggaran Pemilu di TPS 01 Desa Salibabu dan TPS 01 Desa Salibabu Utara. Hal ini diungkapkan Haroni Mamentiwalo, anggota Komisi I DPRD Talaud, saat menghubungi POSKO MANADO, Kamis (22/02/2024).

Baca juga:

Ada Indikasi Kecurangan Pemilu di Salibabu dan Salibabu Utara, Talaud

“Saya memohon kepada Bawaslu (Talaud) agar bersikap profesional dalam menyikapi dugaan pelanggaran pemilu di TPS 01 Salibabu dan TPS 01 Salibabu Utara,” ungkapnya.

Dikatakan, dugaan pelanggaran Pemilu ini berupa delapan pemilih khusus yang saat pencoblosan lalu, dilarang petugas KPPS untuk didampingi keluarga dan disaksikan saksi. Hanya petugas KPPS saja yang bisa mendampingi pemilih khusus.

“Jadi keluarga pemilik khusus dilarang petugas KPPS untuk mendampingi. Begitu juga saksi dilarang untuk menyaksikan pencoblosan. Hanya petugas KPPS bersama pemilih khusus saat pencoblosan,” katanya.

Baca juga:

Kabarnya, Ada Sejumlah Oknum Tak Bertanggungjawab yang Diduga Menggelembungkan Suara Partai Tertentu di Talaud

Mamentiwalo membeberkan, untuk TPS 01 Salibabu, ada satu pemilih khusus. Sedangkan TPS 01 Salibabu Utara ada delapan pemilih khusus. Dimana tujuh merupakan lansia dan sudah rabun, serta satu pemilih disabilitas.

“Lima lansia ini sudah rabun dan tidak tahu membaca. Juga ada satu lansia yang dalam kondisi sakit di rumah yang didatangi petugas KPPS untuk pencoblosan. Perlakuan petugas KPPS juga seperti di TPS. Dimana, lansia yang sakit tersebut tidak bisa didampingi keluarga dan saksi dilarang menyaksikan saat pencoblosan. Hanya petugas KPPS saja yang bisa (mendampingi). Ini kan aneh,” bebernya.

Lanjutnya, dugaan pelanggaran Pemilu ini sudah dilaporkan masyarakat ke Bawaslu.

Baca juga:

Ketua KPU Talaud Sebut PDIP Dapat 515 Suara di Bowombaru Tengah Itu Kesalahan Teknis

“Kemarin masyarakat sudah melapor (dugaan pelanggaran Pemilu di TPS 01 Salibabu dan TPS 01 Salibabu Utara) di Bawaslu Talaud. Tinggal menunggu tindak lanjut. Sehingga saya harap Bawaslu menindaklanjuti persoalan yang sangat serius ini,” tutup Mamentiwalo.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Talaud Zenith Anaada saat dikonfirmasi POSKO MANADO, membenarkan pihaknya sudah mendapatkan informasi soal dugaan pelanggaran Pemilu tersebut.

“Bawaslu memang sudah mendapatkan informasi. Namun kami masih melakukan penelusuran terhadap informasi itu,” singkatnya.

Baca juga:

Di TPS 02 Bowombaru Tengah Talaud, PDIP Dapat 515 Suara dari 15 Suara Sah

Dalam pemberitaan sebelumnya, Haryono Bawonseet, Masyarakat Peduli Pemilu Jurdil menuturkan, di TPS 01 Salibabu dan TPS 01 Salibabu Utara, diduga pemilih berkebutuhan khusus tidak diizinkan didampingi keluarga saat melakukan pencoblosan.

“Di TPS 01 Salibabu dan TPS 02 Salibabu Utara, (diduga) KPPS melarang pemilih berkebutuhan khusus berupa lansia yang sudah rabun didampingi keluarga untuk melakukan pencoblosan,” ungkapnya saat menghubungi POSKO MANADO, Rabu (21/02/2024) malam.

Baca juga:

WOW! Muncul Dugaan Penggelembungan Suara Partai di Talaud

Dikatakan, lebih janggal lagi, KPPS di dua TPS tersebut yang melakukan pencoblosan untuk pemilih berkebutuhan khusus. “Petugas KPPS yang mencoblos (surat suara pemilih berkebutuhan khusus),” tutup Bawonseet.(ian)