BKPSDM Talaud Jadi Sorotan di Polemik Seleksi P3K

Beberapa Oknum Pejabat Diduga Terlibat

Dugaan Jadi Perantara antara Peserta dan MAFIA

POSKO, MANADO-Polemik Seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Kepulauan Talaud TA 2023 terus bergulir. Setelah sebelumnya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Talaud, kali ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Talaud yang jadi sorotan.

Baca juga:

Lagi, Eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud Disebut Terima ‘Kuti-kuti’ dari Honorer Siluman

Dikatakan sumber resmi POSKO MANADO, ada beberapa oknum pejabat di BKPSDM yang diduga terlibat gembong MAFIA P3K.

“Beberapa oknum pejabat di BKPSDM Talaud diduga kuat terlibat dengan MAFIA P3K. Mereka yang (dugaan) mengatur semua,” katanya dan meminta agar nama tak diungkap.

Baca juga:

Miris! Dugaan Cara Honorer Siluman Cari Uang Agar Lolos P3K Talaud

Menurutnya, dugaan kuat oknum-oknum pejabat ini yang jadi perantara antara peserta seleksi dengan MAFIA P3K.

“Oknum-oknum pejabat ini dugaannya jadi penghubung antara peserta seleksi dengan MAFIA P3K,” tuturnya.

Baca juga:

Ini Dugaan Modus MAFIA P3K Ubah Data Honorer Siluman di Dapodik

Terpisah, Kepala BKPSDM Imen Manopode saat dihubungi via WhatsApp di 082291616xxx, Senin (05/02/2024), mengaku tak bisa memberikan keterangan lebih.

“Saya belum bisa kasih tanggapan, karena waktu proses (Seleksi P3K) ini saya belum ada (menjabat Kepala BKPSDM). Nanti waktu (tahapan seleksi) P3K dekat pengumuman baru saya menjabat,” singkatnya.

Baca juga:

Diduga 30 Ika Jadi Jaminan Honorer Siluman Lolos Seleksi P3K Talaud

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, Ketua Pansus P3K Talaud Frenki Tiolong dikabarkan dicopot dari jabatan Plt Kepala BKPSDM, karena diduga ada oknum-oknum tak bertanggungjawab dalam Pansel yang meminta uang ke peserta seleksi sekira Rp 15 juta.

“Ketua Pansus (P3K, Tiolong) dicopot dari jabatan Plt Kepala BKPSDM akhir tahun lalu; karena ada peserta yang mengeluh setiap peserta dimintai uang 15 ‘ika’ (juta),” ungkap sumber resmi lainnya POSKO MANADO.

Baca juga:

Diduga Minta 15 ‘Ika’, Ketua Pansus P3K Talaud Dikabarkan Dicopot dari Jabatan Plt Kepala BKPSDM

Dikatakan, keluhan ini sampai ke telinga pimpinan daerah dan tak sampai sehari, Tiolong langsung dicopot dari jabatan Plt Kepala BKPSDM.

“Meski begitu tetap saja MAFIA P3K masih beraksi dalam seleksi. Buktinya saat pengumuman hasil seleksi, banyak guru berprestasi yang mendapatkan nilai tinggi saat ujian CAT (Computer Assisted Test) tidak lolos, diduga akibat nilainya dikurangi dalam SKT (Seleksi Kompetensi Teknis) Tambahan oleh Pansel,” pungkas sumber.

Baca juga:

Tercium Dugaan Permainan Uang di Hasil Seleksi P3K Talaud

Dikonfirmasi via WhatsApp di 082187304xxx, Tiolong menuturkan tidak mengetahui ia dicopot dari jabatan Plt Kepala BKPSDM Talaud; karena dugaan oknum-oknum tak bertanggungjawab dalam Pansel yang meminta uang Rp 15 juta ke setiap peserta seleksi P3K.

“Saya tidak tahu soal cerita itu (dicopot dari jabatan Plt Kepala BKPSDM). Saya diganti karena dasar cerita itu (dugaan oknum-oknum tak bertanggungjawab di Pansel yang minta uang ke peserta P3K). Saya tidak tahu. Tapi semua itu kewenangan pimpinan daerah untuk (memercayakan) siapa yang memimpin BKPSDM,” tuturnya.

Baca juga:

Proyek Jalan Melonguane dan Melonguane Timur TA 2021 Diduga Tak Sesuai RAB

Ia kemudian menegaskan, tidak pernah meminta atau menyuruh anggota Pansel untuk meminta uang ke peserta seleksi P3K.

“Soal itu (dugaan permintaan uang ke peserta seleksi P3K), saya tegaskan tidak pernah meminta, menerima bahkan tidak mengenal orang (peserta yang diminta uang) itu,” tutupnya.(ian)