Diduga 30 Ika Jadi Jaminan Honorer Siluman Lolos Seleksi P3K Talaud

Dugaan 15 Juta untuk ‘Sulap’ Data di Dapodik dan 15 Juta untuk Penggelembungan Nilai di SKT Tambahan

POSKO, MANADO-Dugaan permainan demi permainan gembong MAFIA di Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Kepulauan Talaud TA 2023, khususnya dalam penerimaan guru, terus terkuak.

Baca juga:

Ada 15 Ika, Data Dapodik di Dinas Dikpora Talaud Diduga Bisa ‘Disulap’

Kabarnya, MAFIA mematok tarif puluhan juta bagi peserta dengan jaminan lolos seleksi P3K. “(Dugaan) MAFIA meminta 30 ika (juta) kepada peserta seleksi P3K. Ini sudah jadi rahasia umum,” kata sumber resmi POSKO MANADO yang tak ingin namanya disebut.

Dibeberkan, diduga Rp 30 juta tersebut sudah termasuk pengurusan sebagai honorer siluman dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora); serta penggelembungan nilai oleh Panitia Seleksi (Pansel) di Seleksi Kompetensi Teknis (SKT) Tambahan.

Baca juga:

WOW! Polemik Seleksi P3K Talaud Merembet ke Dinas Dikpora

“Rp 30 juta itu, (diduga) rinciannya 15 juta untuk ‘menyulap’ data di Dapodik sebagai honorer siluman agar peserta bisa memenuhi syarat ikut seleksi P3K. 15 juta sisanya untuk penggelembungan nilai oleh Pansel di SKT Tambahan. Sehingga meski nilai dalam CAT (Computer Assisted Test) rendah, peserta yang menyetor tetap bisa lolos, karena nilai di SKT Tambahan dinaikkan,” bebernya.

 

Decker Lasut, Kadis Dikpora Talaud.

Sementara itu, hingga berita ini tayang, Kadis Dikpora Decker Lasut tak merespon upaya konfirmasi POSKO MANADO. Dihubungi via WhatsApp di 0822-5258-8xxx, Jumat (27/01/2023), sekira pukul 09.29 WITA, panggilan untuk konfirmasi ditolak. Begitu juga pesan yang dikirim sekira pukul 09.31 WITA belum direspon.

 

Frenki Tiolong
Frenki Tiolong, Ketua Pansel P3K Talaud.

Terpisah, Ketua Pansel Frenki Tiolong saat dikonfirmasi via WhatsApp di 082187304xxx, membantah hal tersebut.

“Saya kurang tahu jalan cerita bahwa ada 15 juta di BKD (BKPSDM/Pansel P3K), 15 juta di Pendidikan (Dinas Dikpora), bagi saya tidak ada,” tutupnya.(ian)