Diduga Ada Markup di Pengadaan Desinfektan Menggunakan Dandes di Talaud

Harga Per Galon ‘Disulap’ dari 600 Ribu Menjadi 2,5 Juta

POSKO, MANADO-Pengadaan cairan desinfektan untuk penanganan C-19 bersumber dari anggaran dana desa (Dandes) seluruh desa se Kabupaten Kepulauan Talaud; disebut-sebut tak wajar.

Sebab, informasi didapat POSKO MANADO, pengadaan yang menggunakan dandes tahun anggaran (TA) 2020 tersebut, diduga terindikasi praktik markup harga.

Baca juga:

Diduga Ada Peran Oknum Pejabat Tinggi di Pengadaan Desinfektan C-19 di Seluruh Desa se-Talaud

Diungkapkan sumber resmi, harga per galon desinfektan ukuran 25 liter saat itu, ‘disulap’ dari sekira Rp 600 ribu menjadi Rp 2,5 juta.

“Saat itu, harga cairan desinfektan per galon sekira Rp 600 ribu. Kemudian setiap desa (diduga) diwajibkan untuk membayar Rp 2,5 juta per galon,” ungkapnya.

Dikatakan, dugaan markup dengan selisih sekira Rp 1,9 juta ini bisa terjadi; karena arahan dari oknum pejabat tinggi Pemkab Talaud.

“Oknum pejabat tinggi Pemkab Talaud diduga mengarahkan setiap desa untuk membeli satu galon desinfektan (ukuran 25 liter dengan harga Rp 2,5 juta,” pungkasnya.

Baca juga:

Dugaan Penyalahgunaan Pengadaan Desinfektan C-19 Bersumber Dandes se-Talaud Menguat

Diketahui, pengadaan cairan desinfektan bersumber dari Dandes seluruh desa di Talaud ini, sementara di tangani Kejari Talaud dan sudah dalam tahap penyelidikan.

Sebelumnya, Kajari Bambang Supriyanto menuturkan, pihaknya sementara meminta keterangan dari beberapa pejabat yang disinyalir mengetahui masalah dalam pengadaan desinfektan tersebut.

“Sampai hari ini (pemeriksaan) masih berlangsung. Kita masih meminta keterangan dari beberapa pejabat yang menurut kita mengetahui masalah pengadaan desinfektan C-19 (dari seluruh desa di Talaud) tahun 2020 ini,” kuncinya.(ian)