Diduga Oknum Guru di SD NuliCedo Mangaran Bully Siswi

Belum Sebulan Tiga Kali Terjadi Dugaan Perundungan

POSKO, MANADO-Aksi perundungan atau bullying atau bully, merupakan aksi tercela dan marak terjadi di kalangan pelajar. Tapi, kali ini justru diduga ada oknum guru di SD NuliCedo Mangaran yang seharusnya menjadi pendidik dan tauladan dengan sengaja melakukan bully kepada siswinya.

Tak tanggung-tanggung, dugaan aksi tak terpuji tersebut terjadi tiga kali di Januari 2024 ini kepada sala satu siswi, yakni Bunga (nama samaran).

Insiden dugaan bully ini pertama terjadi saat Perayaan Tahun Baru Bersama Sekolah 11 Januari lalu. “Pertama saat acara Tahun Baru Bersama sekolah. Cucu saya mau ambil makanan dan minuman, tapi ada oknum guru mata pelajaran langsung marah-marah. Padahal itu bekal yang dibawa cucu saya,” ungkap Didi Arunde, wali Bunga saat menghubungi POSKO MANADO, Selasa (30/01/2024).

Yang kedua terjadi 23 Januari. Dimana Bunga karena tak mengerjakan pekerjaan rumah (PR), bukannya dibina tapi diduga mendapat perlakuan dugaan bully dari oknum guru wali kelasnya. Tak tanggung-tanggung, akibat perbuatan dari oknum guru ini, Bunga menangis sejak awal sekolah hingga sampai di rumah.

“Bunga tidak buat PR karena mengaku tidak mengerti. Ini sudah dikatakan Bunga kepada wali kelasnya, bukan dibuat mengerti tapi malah Bunga dibuat menangis sepanjang hari. Bunga menangis tak berhenti sejak awal sekolah. Sampai di rumah pun ia tak berhenti menangis,” kata Arunde.

“Bunga itu sampai tertekan. Bahkan sampai tidak mau ke sekolah lagi. Sampai sekarangpun ia tak mau mengatakan apa yang dibuat wali kelas kepada dirinya saat itu,” sambungnya.

Ketiga, terjadi hari ini. Bunga diduga mendapat hukuman yang tidak wajar wali kelasnya karena terlambat. “Betul Bunga terlambat datang sekolah. Tapi diberi sanksi yang wajar. Masa anak kelas V SD dihukum berlutut antara pukul 10.00 WITA hingga 12.00 WITA? Padahal pagi sudah dihukum berdiri. Saat di kelas wali kelas hukum berlutut lagi dan mengatakan tidak akan memberikan nilai,” keluh Arunde.

Sebagai orang tua, ia menegaskan tidak menerima dengan perlakuan yang diterima Bunga dari oknum guru tersebut. “Apalagi perlakuan tersebut membuat Bunga trauma dan tak mau pergi ke sekolah lagi,” tutup Arunde.

Sementara itu, Kepsek SD Katolik NuliCedo Mangaran Bernadeta Maarebia saat dikonfirmasi mengatakan akan mengurus dugaan bully oknum guru terhadap Bunga.

“Esok saya mau mengurus (oknum) guru dan anak (Bunga),” katanya via WhatsApp melalui 082271582xxx.(Ian)