Dinas P3MD Talaud Sesalkan Dugaan Bullying Murid oleh Guru Honorer di SD NuliCedo Mangaran

Tim Perlindungan Perempuan dan Anak Diturunkan

Grafis STOP Bullying dari Direktorat Sekolah Dasar.

POSKO, MANADO-Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) Kabupaten Kepulauan Talaud sangat menyesalkan terjadinya kasus dugaan bullying murid yang dilakukan oknum guru honorer di SD NuliCedo Mangaran.

Baca juga:

Pihak SD NuliCedo Mangaran Biarkan Kasus Dugaan Guru Honor Bullying Murid?

“Sangat disesalkan terjadinya kasus dugaan bullying terhadap murid di (SD NuliCedo) Mangaran. Apalagi diduga pelakunya guru wali kelas sendiri,” ungkap Kadis P3MD Stevenheiner Maarisit saat dikonfirmasi POSKO MANADO, Selasa (06/02/2024).

Dikatakan, seharusnya pihak sekolah mengambil langkah-langkah tegas agar kasus dugaan seperti ini tidak terjadi. Apalagi menyebabkan siswa menjadi trauma dan tidak mau sekolah lagi.

Grafis STOP Bullying dari Direktorat Sekolah Dasar.

“Pihak sekolah seharusnya memanggil orang tua atau wali murid dan menyelesaikan masalah ini dengan oknum guru tersebut. Sehingga semua bisa tuntas. Tapi ini terkesan ada pembiaran dari pihak sekolah, sehingga siswa jadi trauma, jadi takut guru dan tak mau sekolah lagi sudah sepekan,” katanya.

Menurut Maarisit, Dinas P3MD menyeriusi kasus ini. Apalagi masalah perlindungan perempuan dan anak, jadi atensi serius dari Bupati Elly Engelbert Lasut. Sehingga esok Tim Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3MD akan turun tangan untuk menangani dugaan bullying murid oleh oknum guru di Mangaran.

Baca juga:

Diduga Pihak Sekolah SD NuliCedo Mangaran Cuek dengan Dugaan Bully Murid

“Dinas P3MD serius menangani hal ini. Apalagi masalah perlindungan perempuan dan anak mendapat perhatian serius dari Bapak Bupati Elly Engelbert Lasut, sehingga di bentuk Tim Perlindungan Perempuan dan Anak. Dan tim ini esok akan turun ke Mangaran menangani dugaan murid yang di-bullying oleh oknum guru SD NuliCedo Mangaran,” tutupnya.

Diketahui, sudah sepekan kasus ketiga dugaan oknum guru di SD NuliCedo Mangaran melakukan perundungan atau bullying kepada satu murid. Meski begitu, pihak sekolah terkesan melakukan pembiaran.

Grafis STOP Bullying dari Direktorat Sekolah Dasar.

Buktinya, sampai saat ini, tidak ada upaya dari pihak sekolah yang saat ini dipimpin Kepala Sekolah (Kepsek) Bernadeta Maarebia untuk melakukan pengurusan oknum guru wali kelas V inisial EA alias Epifianti bersama dengan wali murid dari Bunga (nama samaran), siswi yang jadi korban.

“Sampai saat ini, tidak ada dari pihak sekolah yang datang atau menghubungi kami untuk menyelesaikan masalah ini (dugaan bullying kepada Bunga),” ungkap Didi Arunde, wali dari Bunga saat dihubungi POSKO MANADO, Selasa (06/02/2024).

Baca juga:

Diduga Oknum Guru di SD NuliCedo Mangaran Bully Siswi

Menurutnya, sejak kejadian bullying ketiga, Selasa (30/01/2024) lalu, yang diduga dilakukan EA alias Epifianti, GURU HONORER yang dipercayakan sebagai wali kelas V; hingga saat ini, Bunga sudah takut ke sekolah lagi. “Kami sudah membujuk Bunga untuk pergi ke sekolah lagi. Tapi ia hanya menangis dan mengatakan tidak mau sekolah, karena takut dimarahi dan dihukum oleh guru,” keluh Arunde dengan nada suara terdengar sedih.

Ditegaskan, jika tidak ada langkah tegas dari pihak sekolah, ia akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Sebab Bunga sudah menjadi trauma dan pihak sekolah hanya diam.

Grafis STOP BULLYING Divisi Humas Polri.

“Karena sekolah (SD NuliCedo) tidak mengambil langkah tegas menyelesaikan (dugaan) bullying terhadap Bunga oleh wali kelas V (EP alias Epifianti), saya akan membawa masalah ini ke ranah hukum,” tegasnya.

“Karena ini sudah membuat mental Bunga terganggu. Apalagi di Januari (2024) sudah terjadi tiga kali (dugaan) bullying terhadap Bunga. Dan sekarang Bunga sudah ketakutan ke sekolah lagi karena mereka (pihak SD NuliCedo) hanya biarkan hal ini. Mereka pandang enteng soal masalah ini,” sambung Arunde.(ian)