Eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud Disebut ‘Cuci Tangan’

Diduga Kambinghitamkan Operator

Terkait Dugaan ‘Menyulap’ Data Honorer Siluman di Dapodik

Stenly Laumba, eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud.

POSKO, MANADO – Penjelasan Stenly Laumba, eks Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Talaud soal Data Pokok Pendidik (Dapodik), apalagi soal yang berwenang dalam pengentrian data di Dapodik adalah operator; disebut sebagai upaya ‘cuci tangan’.

Menurut sumber resmi POSKO MANADO, pernyataan pria yang saat ini menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Talaud tersebut, diduga mengkambinghitamkan Operator Dapodik.

Baca juga:

Ini Penjelasan Eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud Soal Dapodik

“Eks Sekretaris Dinas Dikpora (Laumba) itu diduga kuat termasuk gembong MAFIA P3K. Ia (dugaan) yang berperan dalam ‘menyulap’ data peserta untuk menjadi Honorer Siluman di Dapodik. Ia diduga menggandeng dan memerintahkan operator untuk merubah data. Tapi sekarang malah mengkambinghitamkan operator,” tutur sumber yang tak ingin namanya disebut, saat menghubungi POSKO MANADO, Sabtu (27/01/2024).

Ia mengatakan, Operator Dapodik diduga ‘menyulap’ data Honorer Siluman atas petunjuk dari Laumba. “Diduga eks Sekretaris Dinas Dikpora (Laumba) yang memerintahkan operator Dapodik untuk merubah data (Honorer Siluman) di Dapodik. Tidak mungkin operator berani bertindak (‘menyulap’) jika tidak ada perintah darinya,” katanya.

Baca juga:

Eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud Disebut Masuk Gembong Mafia P3K

Lanjut sumber, jika tidak ada dugaan permainan data Honorer Siluman di Dapodik, polemik Seleksi P3K tak akan terjadi. Dan tidak akan banyak guru-guru berprestasi yang sudah mengabdi lama sebagai honorer jadi korban. Apalagi para guru ini mendapatkan nilai yang tinggi saat Computer Assisted Test (CAT) tapi tidak lolos seleksi karena dugaan Honorer Siluman yang mendapat penambahan nilai tinggi saat Seleksi Kompetensi Teknis (SKT) Tambahan oleh Pansel P3K.

“Semua polemik Seleksi P3K ini tidak akan terjadi kalau tidak berawal dari dugaan ‘sulap-menyulap’ data di Dapodik oleh eks Sekretaris (Laumba). Lihat saja banyak guru berprestasi yang sudah lama mengabadikan diri sebagai honorer, yang seharusnya lolos seleksi; tapi diduga dikorbankan oleh MAFIA P3K hanya untuk meloloskan Honorer Siluman,” tutup sumber.

Keluhan perwakilan peserta P3K Kabupaten Talaud TA 2023 di Facebook tapi diduga digugurkan akibat ‘permainan’ MAFIA P3K dengan dalih SKT Tambahan. Padahal mereka mendapatkan nilai tinggi saat pelaksanaan CAT lalu.

Sebelumnya kepada POSKO MANADO, Laumba menekankan, permasalahan Dapodik tidak menentukan peserta lolos Seleksi P3K. “Masalah dapodik itu, yang pertama sama sekali tidak ada hubungan dengan menentukan kelulusan dan lain-lain di P3K. Karena dapodik itu, dilakukan pengentrian sebelum calon Peserta P3K mendaftarkan diri sebagai honorer,” tekannya saat menghubungi POSKO MANADO via WhatsApp dengan nomor 081341034xxx, Sabtu (27/01/2024), sekira pukul 13.56 WITA.

Baca juga:

Diduga 30 Ika Jadi Jaminan Honorer Siluman Lolos Seleksi P3K Talaud

Menurutnya, pengentrian data di Dapodik dilakukan oleh operator sekolah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah (Kepsek). Usai itu, akan dikonfirmasi oleh Operator Dapodik kabupaten.

“(Pengentrian Dapodik) itupun dilakukan masing-masing operator yang ada di wilayah atau sekolah, dengan dasar SK Kepsek. Itu dibuat untuk honorer yang bersangkutan diusulkan sebagai tenaga honor dengan ditetapkan SK Kepsek,” tuturnya.

“Dengan demikian, operator sekolah masing-masing atau wilayah masing-masing mengentri di data Dapodik sekolah. Kemudian Dapodik sekolah itu dikonfirmasi di Dinas Pendidikan (Dikpora) oleh operator kabupaten,” sambungnya.

Baca juga:

Ada 15 Ika, Data Dapodik di Dinas Dikpora Talaud Diduga Bisa ‘Disulap’

Laumba mengklaim, sebagai Sekretaris Dinas, ia tak bisa mencampuri pengentrian Dapodik. Sebab, katanya, itu wewenang operator.

“Untuk kapasitas saya sebagai sekretaris (Dinas Dikpora), saya tidak bisa turut campur di situ (pengentrian Dapodik). Karena yang punya wewenang itu operator kabupaten, itu yang tahu persis,” klaimnya.

Menurutnya lagi, ia tak berhubungan dengan pengentrian Dapodik. Sebab, lagi-lagi ditekankan, hanya operator yang bisa.

Baca juga:

WOW! Polemik Seleksi P3K Talaud Merembet ke Dinas Dikpora

“Sayapun hanya sekedar tahu alur (pengentrian Dapodik), tapi login pun… untuk memahami semua itu, tidak terlalu apa, tidak terlalu menguasai itu. Yang tahu persis itu operator yang sudah dibekali, sudah di kasih pelatihan. Dan sama sekali tidak berhubungan dengan saya. Karena data, user dan password pun itu dari apa… Dari operator kecamatan masing-masing. Saya tidak bisa login itu segala macam. Begitu,” klaim Laumba.(ian)