Guru SMA/SMK di Talaud Diduga Jadi ‘Sapi Perah’

Kacabdin: Tidak Ada Pungutan Ketika Guru-guru Datang Membawa Berkas Sertifikasi

POSKO, MANADO-Selain adanya dugaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK di Talaud yang ‘dikebiri’, ternyata masih juga ada kabar tak menyenangkan dari Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Sulut Wilayah Talaud.

Baca juga:

Dana BOS 2022 Diduga ‘Dikebiri’ untuk Insentif Kacabdin Pendidikan Sulut Wilayah Talaud

Informasi didapat POSKO MANADO, guru-guru SMA/SMK di kabupaten paling utara Indonesia tersebut, diduga jadi ‘sapi perah’. Dimana, menurut sumber resmi wartawan media ini, adanya dugaan pungutan liar (pungli) bagi para guru tersebut saat mengurus sertifikasi.

“Di Cabdin (Pendidikan Sulut Wilayah) Talaud, saat para guru (SMA/SMK) memasukan atau melakukan pengusulan berkas sertifikasi, diduga ada pungutan dari oknum-oknum tak bertanggungjawab,” tutur sumber dan mewanti-wanti agar namanya tak disebut.

Baca juga:

UPDATE! Kasus Dugaan KKN di Pengadaan Desinfektan dari Dandes se-Talaud Naik ke Tahap Sidik

Diutarakan, diduga, jika para guru tak menyetor ‘upeti’), proses sertifikasi mereka akan dipersulit.

“Kalau (guru-guru) tidak memberikan ‘upeti’ saat mengurus sertifikasi, mereka akan dipersulit. Jadi mau tidak mau, para guru harus setor biar lancar,” tuturnya.

Baca juga:

Ini Konfirmasi Kacabdin Talaud Soal Dugaan Potongan Insentif dari Dana BOS

Sementara itu, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu via WhatsApp di 0812-9833-3xxx, Kacabdin Merry Supit membantah hal tersebut.

“Katanya ada pungutan saat memasukan berkas sertifikasi. Nah, tidak ada pungutan ketika guru-guru datang membawa berkas sertifikasi,” jaminnya.(ian)