Harapan Besar Kabupatan/Kota se Sulut Adopsi Smart City

Charles Giroth: Manfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

Charles Giroth saat memaparkan materi ‘Tollroad Intelligent Operation System’ dalam sesi ‘Sharing Experience’ di Asia Smart City Summit 2023 yang berlangsung di Hanoi Vietnam, akhir November lalu. Dalam kegiatan yang diikuti sekira 2000-an peserta dari sekira 11 negara ini, Tuama Langowan tersebut mewakili Indonesia menjadi pembicara bersama inovator perwakilan negara lainnya.

POSKO, MANADO–Sebagai sala satu putra terbaik Sulawesi Utara (Sulut), yang sudah berkali-kali mewakili Indonesia menjadi pembicara di kancah internasional, khususnya di bidang Kota Cerdas atau Smart City dan Energi Terbarukan atau Green Energy; Charles Giroth memiliki harapan besar, agar seluruh kabupaten/kota di Sulut mengadopsi konsep Smart City.

Kepada POSKO MANADO, Selasa (05/12/2023), pria yang saat ini menjabat Kepala Operasi dan Teknologi Informasi PT Jakarta Tollroad Development sejak 2019 tersebut mengatakan, Smart City adalah kota inovatif yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga:

Generasi Muda Sulut Harus Berani Go Internasional

“Kabupaten/kota se Sulut diharapkan dapat mulai mempelajari dan mengadopsi konsep Smart City sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Yakni dengan penekanan pada manusianya atau people-centric dan bukan hanya pada teknologinya atau technology-centric,” katanya.

Disebut, ada beberapa indikator atau pilar yang dapat diadopsi. Yaitu Smart Governance atau tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dengan bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi dan partisipasi.

Charles Giroth (ketiga dari kanan) foto bersama inovator perwakilam negara lainnya di Asia Smart City Summit 2023 yang berlangsung di Hanoi Vietnam.

“Kemudian Smart Economy atau sistem ekonomi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan. Smart Environment atau tata kelola lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dan Smart Mobility atau tata kelola layanan transportasi yang berkualitas, efisien dan berkelanjutan,” beber Tuama Langowan yang pernah jadi pembicara di bidang Green Energy tingkat internasional di Tiongkok dan Singapura ini.

Lanjut Commercial Director (Indonesia) Perusahaan Horizon Fuel Cell Technologies. (Perusahaan terkemuka  pengembang dan produsen sel bahan bakar (Fuel Cell) berkantor pusat di Singapura) medio 2016 Р2018 ini, Smart People atau warga yang memiliki interaksi sosial yang berkualitas. Serta Smart Living yang merupakan zistem penunjang kualitas hidup warga kota secara inklusif.

“Pilar- pilar ini penting dalam memulai kabupaten atau kota menjadi Smart City,” ucap Giroth.

Baca juga:

Ini Baru Hebat! Tokoh Muda Sulut Unjuk Gigi di Tingkat Internasional

Ditambahkan Engineering & Technology Director PT Cascadiant Indonesia (Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang bergerak pada bidang implementasi Energi Baru Terbarukan Berbasis Hidrogen) 2010-2016 ini; dengan kabupaten/kota di Sulut mengadopsi Smart City, tak menutup kemungkinan, kedepannya akan menjadi daerah percontohan bagi negara-negara lain.

“Dan yang pasti, dengan kabupaten/kota se Sulut mengadopsi Smart City, kualitas hidup masyarakat Sulut pasti meningkat. Itu yang utama,” kunci Giroth.(ian)