INGAT! Kasus Dugaan KKN di Pengadaan Desinfektan Bersumber Dandes se-Talaud Belum ‘Aman’

Tahap Penyidikan di Kejari dan Masih Ada Pemanggilan Saksi

POSKO, MANADO-Setahun belakangan ini, ‘taring’ Kejari Talaud dalam penanganan beberapa kasus besar dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) terkesan tumpul. Hal ini membuat para aktor di balik praktik-praktik yang melanggar hukum, merugikan kepentingan umum dan menguntungkan kepentingan pribadi ini tersenyum lebar. Termasuk di kasus dugaan KKN Pengadaan Cairan Desinfektan untuk Penanggulangan Covid-19 (C-19), bersumber dari Dana Desa (Dandes) seluruh Desa se-Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran (TA) 2020.

Baca juga:

Menanti Perkembangan Penanganan Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dalam Kota Moronge di Kejari Talaud

Dikonfirmasi POSKO MANADO, Kajari Talaud Yanuar Utomo melalui Kasipidsud Emnovri Pansariang menegaskan, penanganan semua kasus khususnya KKN terus berproses. “Siapa bilang ‘aman’? Semua penanganan kasus tetap berjalan. Termasuk (dugaan KKN) pengadaan desinfektan (bersumber dari Dandes se Talaud TA 2020),” tegasnya saat dihubungi Jumat (09/02/2024).

Baca juga:

Diduga Ada Kerugian Ratusan Juta di Pengadaan Desinfektan Bersumber dari Dandes se-Talaud

Dikatakan, saat ini status penanganan kasus Pengadaan Desinfektan tersebut sudah dalam tahap penyelidikan. Dan pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi serta masih ada pemanggilan saksi.

“Masih ada saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan, yaitu pemilik perusahaan (yang mengadakan desinfektan bagi seluruh desa se-Talaud). Informasinya dia berada di Weda (Maluku),” tutup Pansariang.

Baca juga:

Ini Alasan Kejari Talaud Naikan Status Penanganan Dugaan KKN di Pengadaan Desinfektan Bersumber Dandes

Diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, ada dua temuan yang menyebabkan penanganan status dugaan KKN di Pengadaan Desinfektan ini ditingkatkan ke penyidikan. Pertama, harga barang lebih rendah dari harga yang ditetapkan. Kedua, ada kelebihan bayar yang tak dikembalikan ke kas negara.

Dimana setiap desa di Talaud membeli satu galon desinfektan ukuran 25 liter dengan harga sekira Rp 2,5 juta. Padahal, harga per galon saat itu sekira Rp 600 ribu.(ian)