Ini Dugaan Modus MAFIA P3K Ubah Data Honorer Siluman di Dapodik

Diduga ‘Disulap’ Jadi Kategori Pelamar Prioritas

POSKO, MANADO-Dugaan permainan MAFIA di Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Kepulauan Talaud TA 2023, khususnya soal ‘menyulap’ data Honorer Siluman Data Pokok Pendidikan (Dapodik) makin menarik ditelisik.

Baca juga:

Eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud Disebut ‘Cuci Tangan’

Dari penelusuran POSKO MANADO, dugaan modus yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab tersebut, dengan menjadikan para Honorer Siluman sebagai PRIORITAS PELAMAR KHUSUS Guru Non ASN.

“Diduga gembong Mafia P3K mengubah data Honorer Siluman di Dapodik dengan membuat tanggal undur masa mengajar. Alasannya, syarat utama dalam Pelamar Kebutuhan Khusus Guru Non ASN, adalah aktif mengajar minimal tiga tahun atau setara dengan enam semester di Dapodik,” beber sumber resmi POSKO MANADO, pekan lalu.

Baca juga:

Ini Penjelasan Eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud Soal Dapodik

Sumber yang tak ingin namanya diungkap ini mengatakan, akibat dugaan ‘sulap-menyulap’ data di Dapodik tersebut; para Honorer Siluman menjadi kategori pelamar prioritas.

“Dengan diduga diubahnya data di Dapodik, para Honorer Siluman menjadi pelamar prioritas. Hal ini membuat para guru non ASN yang benar-benar sudah lama mengabdi menjadi korban dengan tidak lolos seleksi,” pungkasnya.

Stenly Laumba, eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud.

Terpisah, eks Sekretaris Dikpora Talaud Stenly Laumba yang disebut-sebut diduga terlibat MAFIA P3K dengan peran ‘menyulap’ Dapodik ini, saat dikonfirmasi via WhatsApp di 081341034xxx, Sabtu (27/01/2024), sekira pukul 13.56 WITA, membantah hal tersebut. “Itu tidak benar!” tegasnya kepada POSKO MANADO.

Baca juga:

Eks Sekretaris Dinas Dikpora Talaud Disebut Masuk Gembong Mafia P3K

Ditekankan, permasalahan Dapodik tidak menentukan peserta lolos Seleksi P3K. “Masalah dapodik itu, yang pertama sama sekali tidak ada hubungan dengan menentukan kelulusan dan lain-lain di P3K. Karena dapodik itu, dilakukan pengentrian sebelum calon Peserta P3K mendaftarkan diri sebagai honorer,” tekannya.

Menurutnya, pengentrian data di Dapodik dilakukan oleh operator sekolah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah (Kepsek). Usai itu, akan dikonfirmasi oleh Operator Dapodik kabupaten.

“(Pengentrian Dapodik) itupun dilakukan masing-masing operator yang ada di wilayah atau sekolah, dengan dasar SK Kepsek. Itu dibuat untuk honorer yang bersangkutan diusulkan sebagai tenaga honor dengan ditetapkan SK Kepsek,” tuturnya.

Baca juga:

Diduga 30 Ika Jadi Jaminan Honorer Siluman Lolos Seleksi P3K Talaud

“Dengan demikian, operator sekolah masing-masing atau wilayah masing-masing mengentri di data Dapodik sekolah. Kemudian Dapodik sekolah itu dikonfirmasi di Dinas Pendidikan (Dikpora) oleh operator kabupaten,” sambungnya.

Laumba mengklaim, sebagai Sekretaris Dinas, ia tak bisa mencampuri pengentrian Dapodik. Sebab, katanya, itu wewenang operator.

“Untuk kapasitas saya sebagai sekretaris (Dinas Dikpora), saya tidak bisa turut campur di situ (pengentrian Dapodik). Karena yang punya wewenang itu operator kabupaten, itu yang tahu persis,” klaimnya.(Ian)