Ini Konfirmasi Kacabdin Talaud Soal Dugaan Potongan Insentif dari Dana BOS

Supit: Saya Bilang Tidak Ada Kalau Misalnya Kami Mau Minta Setoran Atau Pungutan

POSKO, MANADO-Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Sulut wilayah Talaud Merry Supit membantah keras soal adanya potongan dana BOS dari SMA/SMK di Talaud untuk insentif bagi dirinya.

“Ini sudah saya klarifikasi di Dinas Pendidikan Daerah Sulut, ke Sekretaris Diknas. Saya sudah sampaikan, tidak ada aliran dana BOS dari sekolah-sekolah yang di setor ke Kacabdin. Karena tidak ada peruntukan untuk itu (insentif Kacabdin) dalam petunjuk penggunaan dana BOS,” tekannya, ketika dikonfirmasi via WhatsApp di 0812-9833-3xxx beberapa waktu yang lalu.

Ia kemudian menjelaskan soal mekanisme rekon BOS di Cabdin Pendidikan Sulut wilayah Talaud.

“Sejak saya dilantik sebagai Kacabdin di akhir 2021 melaksanakan 2022; pelaksanaan rekon BOS itu sudah di Cabdin dan di Cabdin itu ada tim atau petugas rekon BOS Cabdin. Itu SK-nya, SK Gubernur,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini dalam tahapan dan mekanisme untuk penanganan BOS di Cabdin; tidak ada instruksi atau perintah kepada petugas untuk mempersulit, apalagi seperti informasi yang berkembang, ada dugaan aliran dana BOS ke Kacabdin.

Baca juga:

Dana BOS 2022 Diduga ‘Dikebiri’ untuk Insentif Kacabdin Pendidikan Sulut Wilayah Talaud

“Saya bilang tidak ada kalau misalnya kami mau minta setoran atau pungutan. Karena tidak ada peruntukan untuk itu, istilahnya mereka katakan insentif untuk kacabdin,” tuturnya.

Sementara itu, terkait kwitansi penyerahan uang Rp 1 juta untuk biaya insentif Kepala Cabang Dinas, di Juni 2022, yang dikeluarkan Bendahara BOS sala satu SMA/SMK penerima dana BOS; Supit mengaku sudah tahu dari sekolah mana dan oknum mana yang menandatangani. Juga sudah mengklarifikasi hal ini ke Dinas Pendidikan Daerah Sulut serta Tim BOS pusat.

“Ketika saya menghadap Sekretaris Dinas Pendidikan Daerah Sulut dan Tim Bos pusat, saya disuruh melacak soal ini dan disuruh Tim BOS Cabdin,” katanya.

Kwitansi yang dikeluarkan Bendahara BOS dari sala satu satu SMA/SMK di Talaud, terkait penyerahan uang Rp 1 juta untuk biaya insentif Kepala Cabang Dinas, di Juni 2022.

“Jadi kwitansi itu, saya sudah tahu dari sekolah mana dan saya sudah tahu siapa yang sudah tandatangan. Untuk itu nanti klarifikasi saja ke sekolah (yang mengeluarkan kwitansi) dan (oknum pegawai Cabdin) yang menandatangani (kwitansi),” sambungnya.

Ia juga mengaku kaget soal informasi dugaan potongan BOS untuk Insentif Kacabdin. Sebab, di pertengahan 2022, ia sedang berada di luar daerah.

“Kwitansi itu di Juni 2022. Saat itu saya sementara mengikuti kegiatan PIM III di BPSDMD,” beber Supit.

Ditambahkan, ia juga tak bisa memberikan keterangan lebih. Sebab akan muncul pihak-pihak yang menyatakan dirinya pencitraan.

“Memang saya sudah klarifikasi, ada petugas di Cabdin. Nah, saya sudah klarifikasi. Nanti saja. Kalau misalnya saya mau jelaskan, pasti ada yang mengatakan saya pencitraan. Nanti saja tanya ke oknum-oknum ini, biar dengar sendiri,” tutupnya.(Ian)