Ini Tanggapan Kadis PUTR Talaud Soal Dipanggil APH Terkait Dugaan Hutang 2 M

Mayampo: Saya yang Buat Laporan

Sebut Ada yang Mengatasnamakan Dirinya Minta-minta Uang ke Kontraktor dan Kades-kades

POSKO, MANADO-Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Talaud John Rianto Majampoh angkat suara soal informasi dirinya dipanggil aparat penegak hukum (APH); terkait dugaan belum diselesaikannya masalah hutang sekira Rp 2 miliar.

Baca juga:

Ada Kabar, Kadis PUTR Talaud Dipanggil Lagi APH

“Begini, saya dipanggil ke Polda bukan dalam rangka itu (dugaan hutang Rp 2 miliar). Saya yang buat laporan ada yang teror-teror ke saya,” katanya saat menghubungi POSKO MANADO via WhatsApp melalui 082194903xxx, Kamis (08/02/2024), sekira pukul 18.32 WITA.

Ditanya siapa yang melakukan teror padanya, ia mengatakan belum bisa mengungkapkan.

“Ohh.. masa saya mau cerita. Ada tu orang, biasa. Bilang kontraktor bukan, LSM bukan. Dia minta-minta uang ke saya. Ada yang teror. Saya sudah lapor di Polda. Nanti cek di sana. Itu begitu ceritanya begitu,” katanya.

Baca juga:

Proyek Jalan Melonguane dan Melonguane Timur TA 2021 Diduga Tak Sesuai RAB

Lanjut Majampoh, ia membuat laporan karena sudah tidak tahan lagi. “Saya lapor (membuat laporan di Polda), karena sudah tidak tahan. Karena mereka teror terus,” tutupnya.

Kemudian, sekira pukul 18.45 WITA, ia mengirimkan tangkapan layar dari postingannya di Facebook melalui akun John Rianto Majampoh, terkait nomor 082267565943 yang meminta uang atau menjanjikan sesuatu:

Mohon maaf bapak/ibu sdr-i apabila mendapat whatsapp atau telepon 082267565943 yang mengatasnamakan saya dan meminta sejumlah uang atau menjanjikan sesuatu, mohon agar tidak dilayani karena itu bukan wa atau no telepon saya. Terima kasih 🙏🙏

Postingan Kadis PUTR Talaud John Rianto Majampoh di Facebook melalui akun John Rianto Majampoh, terkait nomor 082267565943 yang meminta uang atau menjanjikan sesuatu.

“Ini no (082267565943) yang saya ada lapor (buat laporan di Polda),” tulisnya.

“Ia dia (082267565943) mengaku kadis, LSM, sering juga dia bilang kontraktor, terus minta uang ke kontraktor dan kades-kades,” pungkas Majampoh.

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, sumber resmi POSKO MANADO menuturkan, Majampoh sudah sepekan lebih di Manado, selain untuk mengurus pekerjaan; juga dipanggil terkait laporan dugaan belum diselesaikannya hutang sekira Rp 2 miliar.

Baca juga:

Proyek Jalan Melonguane dan Melonguane Timur, Talaud TA 2021 Diduga Dikorupsi

“Kadis PUTR (Majampoh) sudah sepekan lebih di Manado. Selain untuk mengurusi pekerjaan jalan di Balai Jalan, ia juga dipanggil APH terkait dugaan penyelesaian hutang (Rp) 2 miliar,” tutur sumber saat menghubungi POSKO MANADO.

Terpisah, sumber resmi lainnya dari Dinas PUTR Talaud saat dihubungi POSKO MANADO, membenarkan Mayampo sudah sepekan lebih belum balik Talaud, karena ada urusan di Manado.

Baca juga:

Proyek Jalan Melonguane dan Melonguane Timur TA 2021 Bermasalah?

“Pak Kadis (Majampoh) sudah sepekan lebih di Manado. Ada urusan di sana,”singkatnya.(ian)