Kejari Yapen Pastikan Panggil Rektor UNIMA

Terkait Perkara Korupsi PSKGJ yang Diduga Rugikan Negara 6 M

POSKO, MANADO-Kejari Kepulauan Yapen, Papua, memastikan akan memanggil Rektor UNIMA Deitje Katuuk. Ini terkait perkara tindak pidana korupsi, Program Sarjana (S1) Kependidikan Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) UNIMA pada Dinas Pendidikan Kabupaten Yapen, medio 2011-2016; yang diduga rugikan negara sekira Rp 6.074.711.300, sesuai audit BPKP.

Baca juga:

INFO BARU, Ada Beberapa Pejabat UNIMA Segera Dipanggil Kejari Yapen

“Soal Rektor (Katuuk) dipanggil, kami pasti akan panggil rektornya,” tegas Kajari Yapen Hendry Marulitua SH MH melalui Kasipidsus Petra Wonda SH, saat dikonfirmasi POSKO MANADO.

Sebelumnya, sumber resmi wartawan POSKO MANADO menyebut, Katuuk disinyalir mengetahui soal seluk-beluk PSKGJ. Sebab, rentang 2011-2016, Katuuk menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNIMA sekaligus Direktur Akademik PSKGJ penyelenggara Prodi PAUD.

Baca juga:

Kejaksaan ‘Buru’ Tersangka Lain di Dugaan Korupsi PSKGJ Unima di Yapen

“Rektor (Katuuk) di masa 2011-2016 itu sebagai Dekan FIP UNIMA. Ia juga sebagai Direktur Akademik PSKGJ penyelenggara Prodi PAUD,” sebutnya.

Diketahui, beberapa kali wartawan POSKO MANADO mencoba konfirmasi ke Katuuk via ponsel dan WhatsApp di 0853-4265-7xxx, tak pernah di respon. Sedangkan menurut Sekretaris Rektor UNIMA Devie Siwij saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu; Katuuk saat ini sedang berobat di luar negeri.

Baca juga:

Ternyata, Rektor UNIMA Tak Ikut Sidang Dugaan Tipikor di Papua Karena Berada di Luar Negeri

“Iya lagi ke Malaysia…berubat,” tulisnya via pesan WhatsApp dari 0812-9294-6xxx, sekira pukul 17.56 WITA. “Check up,” sambungnya lagi.(ian)