Korban Fikhy Jero Mamonto saat berada di rumah sakit.
MANADO, Poskomanado.co.id – Pesta nikah di Kelurahan Singkil Satu, Lingkungan III, Kecamatan Singkil, Manado, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang pelaut tewas, dua lainnya luka akibat aksi penikaman yang terjadi Selasa (27/1/2026) subuh, sekitar pukul 03.20 Wita.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Fikhy Jero Mamonto (30), warga Desa Bahoi, Kabupaten Sitaro. Dua korban lainnya, Edwin dan GML alias Mario (29), warga Kelurahan Singkil Satu, Lingkungan V, mengalami luka akibat senjata tajam.
Dalam peristiwa ini, polisi menetapkan dua orang sebagai pelaku penikaman, yakni KRW alias Kevin (35), warga Kelurahan Singkil Satu, Lingkungan II, serta Mario, yang juga tercatat sebagai korban luka.
Informasi yang dihimpun Poskomanado.co.id menyebutkan, insiden bermula saat korban dan para pelaku menghadiri pesta pernikahan yang sama. Di lokasi acara, mereka diketahui mengonsumsi minuman keras.
Dalam kondisi terpengaruh alkohol, Kevin merasa tersinggung karena tatapan Edwin. Tanpa banyak bicara, Kevin mencabut pisau yang telah dibawanya dan menikam Edwin di bagian dada kiri. Kericuhan pun tak terhindarkan.
Melihat rekannya diserang, Mario berusaha melerai. Namun, Kevin kembali menikam Mario di bagian rusuk kiri. Usai terkena tikaman, Mario pulang ke rumah untuk mengambil pisau dapur, lalu kembali ke lokasi pesta.
Saat Mario tiba, Kevin telah melarikan diri. Keributan kembali pecah. Dalam situasi ricuh tersebut, korban Fikhy memukul wajah Mario. Emosi, Mario kemudian menikam korban berulang kali.
Korban yang bersimbah darah sempat dilarikan warga ke RS Pancaran Kasih Manado. Namun, nyawa Fikhy tak berhasil diselamatkan.
Pantauan Poskomanado.co.id, saat jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Karombasan untuk keperluan autopsi, pihak keluarga menolak dan memilih membawa jenazah pulang.
Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristato, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, telah terjadi penikaman di wilayah Singkil. Untuk pelaku Kevin sudah kami amankan, sedangkan pelaku Mario masih dalam perawatan medis di RS Prof Kandow, dan sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan,” ujarnya.(daus)







