Pertamina Disebut Ubah Pembangunan Depot di Talaud Jadi SPBU

Kabag Ekonomi: Pemda Hanya Mengikuti, Mereka yang Menentukan

POSKO, MANADO-Pemkab Kepulauan Talaud ‘buka-bukaan’ soal perubahan pembangunan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) atau depot; menjadi SPBU.

Baca juga:

PUTR Bantah ‘Conflict of Interest’ di Pengadaan Lahan SPBU Melonguane

Diungkapkan Kabag Ekonomi Natalianus Essing, awalnya sesuai Nota Kesepahaman antara PT PERTAMINA (PERSERO) dengan Pemkab Talaud tentang Pengembangan TBBM Mini Kepulauan Talaud, Nomor: SP-037/R00000/2020-50, Nomor: 81/MOU/2020; akan dibangun TBBM.

“Awal sesuai MoU (Nota Kesepahaman antara Pertamina dan Pemkab Talaud) itu pengembangan TBBM mini, dalam arti depot,” ungkapnya saat menghubungi POSKO MANADO, Kamis (31/08/2023).

Dikatakan, dalam nota kesepahaman membahas kajian-kajian yang akan dilakukan Pertamina terkait pembangunan TBBM di Talaud.

Baca juga:

Harga Lahan SPBU Melonguane Gunakan NPW

“Yang melakukan kajian (soal pembangunan TBBM di Talaud) itu Pertamina. Sedangkan Pemda hanya menyiapkan data-data yang dibutuhkan,” katanya.

Menurut Essing, Pertamina kemudian turun melakukan survei di Talaud. Hasilnya, pembangunan TBBM dibatalkan dan diganti dengan SPBU. Dimana, ini berdasarkan Rapat Koordinasi antara Pertamina dan Pemkab Talaud di Jakarta, 21 Desember 2021.

“Dalam rapat itu, diputuskan di Talaud hanya bisa dibangun lembaga penyalur dalam hal ini SPBU. Dengan kata lain, Pemda hanya bisa mengikuti tahapan-tahapan dan kajian dari Pertamina untuk pembangunan SPBU. Itu dari Pertamina yang menentukan, itu kewenangan mereka,” tuturnya.

Ditambahkan, menurut Pertamina, ada standar dalam pembangunan TBBM. Dimana penyerapan BBM dalam satu bulan sekira 3000-5000Kl.

Baca juga:

Program ODSK Diduga Dicoreng Cabdin Dikda Sulut di Talaud

“Ada kajian-kajian dari Pertamina dalam pembangunan TBBM. Ada standar. mulai dari alokasi, nilai ekonomi dan sebagainya. Seperti dalam satu bulan (penyerapan BBM) harus sampai 3000-5000Kl. Sedangkan di Talaud tidak sampai 1000Kl sebulan. Sebab ada profit yang harus dihitung,” tutup Essing.(ian)