Program ODSK Diduga Dicoreng Cabdin Dikda Sulut di Talaud

Dari Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS untuk Insentif Kacabdin dan Pungli Pengurusan Sertifikasi Guru

POSKO, MANADO-Program  Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (ODSK) dalam memajukan dunia pendidikan di provinsi paling utara Indonesia ini, khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud; diduga dicoreng oleh Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut di Talaud.

Sebab, diduga ada penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk insentif Kacabdin serta pungutan liar (Pungli) bagi guru-guru yang ingin mengurus sertifikasi.

Baca juga:

Dana BOS 2022 Diduga ‘Dikebiri’ untuk Insentif Kacabdin Pendidikan Sulut Wilayah Talaud

“Ada dugaan potongan-potongan dana BOS di SMA/SMK di Talaud TA 2022. Dimana, potongan tersebut diduga untuk operasional dari Kacabdin Pendidikan Sulut Wilayah Talaud,” ungkap sumber resmi POSKO MANADO yang tak ingin namanya disebut.

Selain itu, untuk dugaan pungli bagi guru-guru saat pengurusan sertifikasi; terjadi saat memasukkan berkas.

Baca juga:

Guru SMA/SMK di Talaud Diduga Jadi ‘Sapi Perah’

“Di Cabdin (Pendidikan Sulut Wilayah) Talaud, saat para guru (SMA/SMK) memasukan atau melakukan pengusulan berkas sertifikasi, diduga ada pungutan dari oknum-oknum tak bertanggungjawab,” tutur sumber dan mewanti-wanti agar namanya tak disebut.

Kwitansi yang dikeluarkan Bendahara BOS dari sala satu satu SMA/SMK di Talaud, terkait penyerahan uang Rp 1 juta untuk biaya insentif Kepala Cabang Dinas, di Juni 2022.

Lanjutnya, ada kwitansi yang dikeluarkan Bendahara BOS dari sala satu satu SMA/SMK di Talaud, terkait penyerahan uang Rp 1 juta untuk biaya insentif Kepala Cabang Dinas, di Juni 2022. Serta ada juga bukti slip penyetoran dan bukti transfer ke Rekening BRI 5216-01-004171-xx-x atas nama Merrcy Ch Supit di Juni 2023.

Slip setoran Rp 1 juta ke Rekening BRI Kacabdin Pendidikan Sulut Merry Supit oleh oknum petugas Cabdin tertanggal 15 Juni 2022.

“Slip penyetoran ke Rekening BRI yang diduga milik Kacabdin itu dilakukan oleh oknum pegawai di Cabdin. Pertama di tanggal 14 Juni 2022, dengan uang Rp 3,4 juta. Kemudian 15 Juni 2022, Rp 1 juta. Kemudian transfer di 17 Juni 2022, Rp 2,75 juta,” bebernya.

Slip setoran Rp 3,4 juta ke Rekening BRI Kacabdin Pendidikan Sulut Merry Supit oleh oknum petugas Cabdin tertanggal 14 Juni 2022.

Ditambahkan, diduga, uang jutaan rupiah yang disetor dan ditransfer di rekening tersebut, sebelumnya dikumpul oleh oknum pegawai Cabdin dari sekolah-sekolah SMA/SMK yang menerima dana BOS serta dari guru-guru yang ingin mengurus sertifikasi.

Bukti transfer Rp 2,75 juta ke Rekening BRI Kacabdin Pendidikan Sulut Merry Supit oleh oknum petugas Cabdin tertanggal 17 Juni 2022.

“Masih ada juga beberapa bukti transfer online ke rekening Kacabdin,” tutup sumber.

Sementara itu, Kadis Dikda Sulut Femmy Suluh dikonfirmasi Rabu (30/08/2023) di 0812-4301-xxx, terkait langkah yang akan diambil; mengatakan, pihaknya akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu. “Nanti mau konfirmasi dulu,” singkatnya via pesan.

Sebelumnya, Kacabdin Merry Supit saat dikonfirmasi mengatakan, hal ini sudah ia klarifikasi di Dinas Dikda Sulut.

“Ini sudah saya klarifikasi di Dinas Pendidikan Daerah Sulut, ke Sekretaris Diknas. Saya sudah sampaikan, tidak ada aliran dana BOS dari sekolah-sekolah yang di setor ke Kacabdin. Karena tidak ada peruntukan untuk itu (insentif Kacabdin) dalam petunjuk penggunaan dana Bos,” tegasnya.

Baca juga:

Ini Konfirmasi Kacabdin Talaud Soal Dugaan Potongan Insentif dari Dana BOS

Begitu juga soal dugaan pungli bagi guru-guru yang mengurus sertifikasi, ia bantah.

“Katanya ada pungutan saat memasukan berkas sertifikasi. Nah, tidak ada pungutan ketika guru-guru datang membawa berkas sertifikasi,” jaminnya.(ian)