Rektor dan Beberapa Pejabat UNIMA Disebut Ikuti Sidang Dugaan Tipikor PSKGJ Yapen

Sebagai Saksi, Mengikuti Secara Online dari Puskom

POSKO, MANADO-Perkara dugaan korupsi dalam Program Sarjana (S1) Kependidikan Guru dalam Jabatan (PSKGJ) kerja sama Universitas Negeri Manado (UNIMA) dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepulauan Yapen, Papua; kembali digelar Pengadilan Tipikor Jayapura, Rabu (16/08/2023).

Menariknya, ada informasi yang masuk di POSKO MANADO, kalau Rektor UNIMA Deitje Katuuk dan beberapa pejabat UNIMA, turut mengikuti sidang tersebut.

Baca juga:

PSKGJ UNIMA 2011-2016 Diduga Bermasalah

“Rektor (Katuuk) dan beberapa pejabat UNIMA, mengikuti sidang dugaan korupsi PSKGJ Yapen yang diselenggarakan Pengadilan Tipikor Jayapura,” sebut sumber resmi wartawan media ini dan meminta agar namanya tak disebut.

Dikatakan, Katuuk dan beberapa pejabat tersebut, mengikuti sidang secara online dari Pusat Komputer (Puskom) Unima, dengan kapasitas sebagai saksi.

“Mereka (Katuuk dan beberapa pejabat) ikut sidang dengan kapasitas sebagai saksi. Mereka ikut secara online di Puskom,” katanya.

Lanjut sumber, jadwal sidang dilaksanakan pagi, sekira pukul 08.00 WITA. Juga, Puskom langsung steril dan dijaga ketat. “Pagi mereka ikut sidang. Puskom langsung steril dan dijaga ketat, tidak bisa dimasuki orang lain,” tutup sumber.

Terpisah, Katuuk ketika dikonfirmasi di 0853-4265-7xxx sekira pukul 13.38 WITA, 13.39 WITA dan 13.40 WITA, meski ponselnya dalam keadaan aktif tak direspon. Juga via pesan singkat yang dikirim 13.45 WITA, hingga berita ini tayang belum juga direspon.

Begitu juga beberapa pejabat UNIMA yang dihubungi, hingga berita ini tayang upaya konfirmasi tak direspon. Seperti Humas Titor Tulaka yang dihubungi di 0812-5355-1xxx, sekira pukul 15.09 WITA, 15.10 WITA dan 15.12 WITA dan pesan singkat 15.14 WITA; serta Sekretaris Rektor Devie Siwij di 0812-9294-6xxx, sekira pukul 15.16 WITA, 15.17 WITA dan 15.18 WITA dan pesan singkat 15.19 WITA.

Sementara itu, perkara dugaan korupsi PSKGJ ini, ditangani pihak Kejari Yapen; dengan didakwakan kepada Prof Dr Maria Josephtine Wantah, selaku Direktur Eksekutif PSKGJ UNIMA; Julius Renmaur, selaku Bendahara kegiatan PSKGJ; dan Rony Theo Ayorbaba, selaku Kepala Dispora. Sementara untuk dugaan kerugian negara sekira Rp 6 miliar. (Ian)