Rektor UNIMA ‘Dibidik’ Kejaksaan

Diduga Terlibat Dugaan Korupsi PSKGJ 6M di Yapen, Papua

POSKO, MANADO-Kejaksaan Negeri (Kejari) Yapen sangat serius menangani perkara dugaan korupsi Program Sarjana (S1) Kependidikan Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) UNIMA pada Dinas Pendidikan Kabupaten Yapen, medio 2011-2016 dan 2019. Dimana sesuai audit BPKP merugikan negara sekira Rp 6.074.711.300.

Baca juga:

Sidang Tipikor PSKGJ Kerjasama Pemkab Yapen dan UNIMA Ditunda

Tak tanggung-tanggung Rektor UNIMA Deitje Katuuk ‘dibidik’ instansi yang saat ini dipimpin Kajari Yapen Hendry Marulitua; dalam dugaan keterlibatan perkara yang sudah membuat tiga orang jadi terdakwa. Yakni Prof Dr MJW selaku Direktur Eksekutif Program di UNIMA, RTA selaku eks Kepala Dinas Pendidikan Yapen (2013-2016) dan JR selaku Bendahara Kegiatan; sesuai berkas perkara nomor 14,15,16/Pid.Sus-TPK/2023/PN Jap.

“Kami masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain (dalam dugaan korupsi PSKGJ), termasuk rektor (UNIMA) yang sekarang (Katuuk). Akan kami konfirmasikan lagi,” kata Marulitua melalui Kasipidsus Petra Wonda saat dikonfirmasi POSKO MANADO, Rabu (06/09/2023).

Baca juga:

Kejari Yapen Pastikan Panggil Rektor UNIMA

Diketahui, pelaksanaan sidang dalam agenda mendengarkan keterangan saksi dari eks Rektor UNIMA periode 2016-2020, Prof Paulina Runtuwene; harus ditunda. Sebab, terdakwa MJW dalam keadaan sakit.

“Sidang tadi ditunda karena Prof Maria (MJW) tidak memungkinkan mengikuti sidang karena sakit. (Sidang) nanti dilaksanakan pekan depan, Rabu 13 September (2023),” tutup Petra.

Dalam pemberitaan sebelumnya, menurut sumber resmi POSKO MANADO dari UNIMA, Katuuk disinyalir mengetahui soal seluk-beluk PSKGJ. Sebab, rentang 2011-2016, Katuuk menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNIMA sekaligus Direktur Akademik PSKGJ penyelenggara Prodi PAUD.

Baca juga:

Kejaksaan ‘Buru’ Tersangka Lain di Dugaan Korupsi PSKGJ Unima di Yapen

“Rektor (Katuuk) di masa 2011-2016 itu sebagai Dekan FIP UNIMA. Ia juga sebagai Direktur Akademik PSKGJ penyelenggara Prodi PAUD,” sebutnya.

Selain itu, saat Katuuk baru menjabat sebagai Rektor UNIMA di 2020, muncul Surat Bupati Yapen nomor: 421.4/1179/SET, tertanggal 7 September 2020; perihal: Penyelesaian Masalah Ijazah S1 dari 17 orang Mahasiswa PSKGJ Jurusan PAUD, Transkrip Nilai Angkatan II yang belum diterima dan Ijazah Duplikat Angkatan I. Dan tak lama kemudian, Katuuk mengeluarkan ijazah bagi 17 guru tersebut.

Baca juga:

Sekretaris Rektor UNIMA Jamin Ijazah 17 Guru Yapen Prodi PAUD yang Terbit 2020 Sesuai Aturan

“Menyangkut soal ijazah PSKGJ PAUD yang dikeluarkan (ijazah) reguler; (Penyelenggaraan Prodi) PAUD itu dalam Kepmendiknas (No 015/P/2009) tidak ada. Jadi pelaksanaan perkuliahan PAUD (para guru Yapen) itu reguler. Jadi mereka berhak mendapatkan ijazah reguler. Karena prosesnya reguler. (Ijazah para guru Yapen) itu dikeluarkan 2020, karena prosesnya reguler tidak ada PSKGJ (tertulis) di situ (ijazah),” ucap Sekretaris Rektor UNIMA Devie Siwij yang mewakili Katuuk memberikan klarifikasi beberapa waktu lalu.(Ian)