Sekretaris Rektor UNIMA Tegaskan Ijazah Tidak Bisa Keluar Jika Studi Melebihi 14 Semester

Siwij: Kecuali Bikin Ijazah Palsu

POSKO, MANADO-Sekretaris Rektor UNIMA Devie Siwij menegaskan, penerbitan ijazah mahasiswa; tidak bisa keluar jika studi mahasiswa melewati 14 semester. Hal ini terungkap dari pernyataannya saat dikonfirmasi POSKO MANADO, Senin (28/08/2023), terkait polemik penerbitan ijazah 17 guru dari Kabupaten Yapen di 2020; yang disebutnya mengikuti Prodi PAUD secara reguler.

Baca juga:

Sekretaris Rektor UNIMA Jamin Ijazah 17 Guru Yapen Prodi PAUD yang Terbit 2020 Sesuai Aturan

“N kali dua kurang satu. N itu empat tahun (masa studi mahasiswa delapan semester) normal, kali dua kurang satu. Begitu rumusnya. Kita dilogika saja. Saya tidak pastikan (tahun) 2000 berapa NIM mereka (17 guru Yapen). Hanya biasanya itu (batas mahasiswa studi) tujuh tahun (14 Semester. Aturan tujuh tahun batas waktu, langsung DO (kalau lewat),” sebutnya.

Ditanya lagi untuk memastikan soal mahasiswa tidak bisa mendapatkan ijazah jika melebih masa studi 14 semester; ia mengatakan jika ada ijazah yang keluar, itu merupakan ijazah ilegal.

Baca juga:

Ini Tanggapan UNIMA Terkait Surat Bupati Yapen yang Menyatakan PAUD Masuk PSKGJ

“Bukan melanggar aturan, ijazahnya tidak mau keluar. Kan ijazah online. Tidak mau keluar ijazah. Tetap tidak ada. Kecuali bikin ijazah palsu. Kecuali unima keluarkan ijazah palsu. Tapi tidak mungkin. Biar lagi rektor, biar lagi siapa, tidak bisa (ijazah keluar jika studi mahasiswa lewati 14 semester),” kunci Siwij.

Sebelumnya, Siwij mengatakan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) belasan guru dari Yapen tersebut 2015. “Kalau (17 guru Yapen dari Prodi) PAUD coba cek, NIM 2015 kalau tidak salah. Tapi coba cek, NIM boleh cek,” katanya.

Ia kemudian menjamin, ijazah yang keluar dari UNIMA selalu ijazah nasional. Sehingga, ijazah mahasiswa yang sudah lewat masa studi tidak bisa keluar.

Baca juga:

Surat Bupati Yapen Nyatakan 17 Guru Jurusan PAUD Ikut Jalur PSKGJ

“Saya mau jelaskan, di kampus (UNIMA) itu kami selalu ijazah nasional. Biar mau atur bagaimana, tetap di (ijazah) nasional NIM kelihatan. Tidak mau keluar ijazah itu. Tidak mau keluar, masa NIM tua, NIM sudah lewat masa studi terus mau keluar. (Ijazah) tidak bakalan mau keluar itu,” jaminnya.(Ian)