Surat Bupati Yapen Nyatakan 17 Guru Jurusan PAUD Ikut Jalur PSKGJ

Sesuai Nota Kesepahaman dengan UNIMA

Pernyataan Sekretaris Rektor Dimentahkan

POSKO, MANADO-Pernyataan Rektor UNIMA Deitje Katuuk melalui Sekretaris Devie Siwij dalam klarifikasi kepada POSKO MANADO; Sabtu (26/08/2023), soal para guru Yapen yang ikut Program Studi (Prodi) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di UNIMA lewat jalur reguler; bukan dari Program Sarjana (S1) Kependidikan Guru Dalam Jabatan (PSKGJ), dimentahkan.

Isi Surat Bupati Kepulauan Yapen, Provinsi Papua yang ditujukan kepada Rektor UNIMA dan ditandatangani Tonny Tesar selalu bupati; nomor: 421.4/1179/SET, tertanggal 7 September 2020. Dimana menyatakan 17 guru Yapen jurusan PAUD mengikuti PSKGJ sesuai dengan Nota Kesepahaman antara UNIMA dan Pemkab Yapen, Nomor: 07576/UN41/2011.

Sebab, Surat Bupati Kepulauan Yapen, Provinsi Papua yang ditujukan kepada Rektor UNIMA dan ditandatangani Tonny Tesar selalu bupati; nomor: 421.4/1179/SET, tertanggal 7 September 2020; perihal: Penyelesaian Masalah Ijazah S1 dari 17 orang Mahasiswa PSKGJ Jurusan PAUD, Transkrip Nilai Angkatan II yang belum diterima dan Ijazah Duplikat Angkatan I; menyatakan belasan guru tersebut ikut jalur PSKGJ berdasarkan Nota Kesepahaman Nomor: 07576/UN41/2011; antara Pemkab Kepulauan Yapen dengan UNIMA.

Baca juga:

Ini Klarifikasi Rektor UNIMA Terkait Perkara Korupsi PSKGJ di Yapen

Sebelumnya, Siwij yang mewakili Katuuk memberikan klarifikasi menyatakan; para guru Yapen yang mendapat ijazah reguler di 2020, saat Katuuk memegang jabatan Rektor UNIMA, tidak ikut PSKGJ; melainkan ikut perkuliahan secara reguler.

“Menyangkut soal ijazah PSKGJ PAUD yang dikeluarkan (ijazah) reguler; (Penyelenggaraan Prodi) PAUD itu dalam Kepmendiknas (No 015/P/2009) tidak ada. Jadi pelaksanaan perkuliahan PAUD (para guru Yapen) itu reguler. Jadi mereka berhak mendapatkan ijazah reguler. Karena prosesnya reguler. (Ijazah para guru Yapen) itu dikeluarkan 2020, karena prosesnya reguler tidak ada PSKGJ (tertulis) di situ (ijazah),” jaminnya lagi.

Baca juga:

Ratusan Guru Yapen Jadi Korban PSKGJ UNIMA

Ditekankan lagi, PAUD tidak diselenggarakan dalam program PSKGJ. Dengan bukti, ijazah yang didapat 17 guru dari Yapen, merupakan ijazah reguler.

“Memang tidak dilaksanakan itu (PAUD dalam PSKGJ. Paud itu tidak masuk program PSKGJ, itu bukti ijazah reguler. Karena tidak boleh Unima keluarkan ijazah PSKGJ karena prosesnya reguler,” tutupnya.(ian)