WOW, Diduga Anak Komut BSG Kendalikan Tambang Ilegal Mahamu Sangihe

Dugaan Koordinir Setoran untuk Puluhan Oknum Wartawan Pendukung PETI

POSKO, MANADO-Tambang ilegal di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) milik PT Tambang Emas Sangihe (TMS), tepatnya di lokasi Pertambangan Mahamu di Desa Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dikendalikan AS alias Arlan.

Baca juga:

Tambang Ilegal di Sangihe Mengkhawatirkan

Tak tanggung-tanggung, AS alias Arlan, dugaannya merupakan anak dari eks Sekprov Sulut, yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Banks Sulut dan Gorontalo (BSG).

Informasi didapat POSKO MANADO, dugaan AS alias Arlan mengendalikan penambangan emas tanpa izin (PETI) Mahamu terungkap dari tangkapan layar atau screenshot percakapan di grup WhatsApp ‘Mahamu Hebat’.

Screenshot grup WhatsApp ‘Mahamu Hebat’ yang diduga dibuat oleh AS alias Arlan.

Tak hanya itu, AS alias Arlan sesuai screenshoot, merupakan pembuat grup WhatsApp ‘Mahamu Hebat’ medio 9 Februari 2023. Dimana grup ini disebut-sebut sebagai tempat koordinasi dari semua yang terlibat di tambang ilegal Mahamu. Dari pelaku tambang, koordinator wartawan hingga warga yang mendukung aksi PETI tersebut.

Kemudian, dari screenshot, sala satu anggota grup bernama Ko Aditya menyebut AS alias Arlan dengan sebutan Korwil (Kordinator wilayah).

Screenshot grup WhatsApp ‘Mahamu Hebat’ yang memperlihatkannya AS alias Arlan diduga mengkoordinir setoran untuk puluhan oknum wartawan yang mendukung PETI.

Dalam percakapan itu juga, terlihat AS alias Arlan yang mengkoordinir semua setoran dari para pelaku tambang ilegal, lalu diserahkan kepada oknum wartawan yang mengkoordinir 66 wartawan di Sangihe.

Juga, dalam tangkapan layar ditemukan diskusi terkait setoran terhadap 66 orang wartawan. Dimana, dari 66 wartawan junior mendapat jatah Rp 1 juta setiap bulannya.

Diantara 66 orang tersebut, ada 10 wartawan senior. Ke-10 orang tersebut ditambah Rp 1 juta/orang.

Dipaparkan Jull Takaliuang, Arlan juga merupakan salah satu pelaku tambang ilegal di wilayah Mahamu.

“Dia (Arlan) juga punya lokasi tambang di sana. Selain dia, ada juga pengusaha 9 Naga, kader Parpol penguasa serta Polisi,” kata Jull usai diskusi dan jumpa pers, Senin (04/03/2024).(*/ian)