WOW! UNIMA Diduga Keluarkan Ijazah Palsu di 2020

Pasca Keluarnya Surat Bupati Yapen kepada Rektor

Melebihi Masa Studi 14 Semester

Ijazah sala satu guru Yapen yang dikeluarkan UNIMA di 2020 yang diduga palsu, karena sudah melebihi masa studi 14 semester.

POSKO, MANADO-Selain perkara dugaan tindak pidana korupsi, Program Sarjana (S1) Kependidikan Guru Dalam Jabatan (PSKGJ) UNIMA pada Dinas Pendidikan Kabupaten Yapen, medio 2011-2016; diduga ada tindak pidana lain yang terjadi.

Baca juga:

Sekretaris Rektor UNIMA Tegaskan Ijazah Tidak Bisa Keluar Jika Studi Melebihi 14 Semester

Diungkapkan sumber resmi dari UNIMA, di 2020 UNIMA diduga mengeluarkan ijazah palsu bagi guru-guru Yapen mengikuti program yang saat ini sementara beperkara dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jayapura.

“Di 2020, ada ijazah yang diduga palsu dikeluarkan UNIMA bagi belasan guru dari Yapen,” ungkapnya.

Disebut ijazah ini ditelurkan pasca keluarnya Surat Bupati Kepulauan Yapen, Provinsi Papua yang ditujukan kepada Rektor UNIMA dan ditandatangani Tonny Tesar selalu bupati; nomor: 421.4/1179/SET, perihal: Penyelesaian Masalah Ijazah S1 dari 17 orang Mahasiswa PSKGJ Jurusan PAUD, Transkrip Nilai Angkatan II yang belum diterima dan Ijazah Duplikat Angkatan I; menyatakan belasan guru tersebut ikut jalur PSKGJ berdasarkan Nota Kesepahaman Nomor: 07576/UN41/2011; antara Pemkab Kepulauan Yapen dengan UNIMA.

“Surat Bupati Yapen kepada Rektor Unima itu tertanggal 7 September 2020. Kemudian 27 Oktober 2020 keluarlah ijazah bagi 17 guru Yapen yang diduga palsu,” sebutnya dan mewanti-wanti agar namanya disimpan.

Lampiran Surat Bupati Kepulauan Yapen, Provinsi Papua yang ditujukan kepada Rektor UNIMA dan ditandatangani Tonny Tesar selalu bupati; nomor: 421.4/1179/SET, tertanggal 7 September 2020; perihal: Penyelesaian Masalah Ijazah S1 dari 17 orang Mahasiswa PSKGJ Jurusan PAUD, Transkrip Nilai Angkatan II yang belum diterima dan Ijazah Duplikat Angkatan I.

Dikatakan, dugaan palsunya ijazah yang diterbitkan UNIMA bagi belasan guru ini ada beberapa faktor. Sala satunya karena sudah melebih masa studi 14 semester.

“Diduga ijazah bagi 17 guru Yapen yang dikeluarkan UNIMA di 2020 ini, sala satunya karena sudah melebihi masa studi 14 semester. Sebab, para guru ini terdaftar di UNIMA di 2012,” pungkas sumber.

Sementara itu Rektor UNIMA Deitje Katuuk saat dikonfirmasi via WhatsApp di 0853-4265-7xxx, Jumat (01/09/2023) sekira pukul 14.30 WITA, 14.31 WITA dan 14.33 WITA meski dalam keadaan aktif tak direspon. Begitu juga via pesan, tak dibalas hingga berita ini tayang.

Hal yang sama juga dengan Sekretaris Rektor Devie Siwij, tak merespon upaya konfirmasi via WhatsApp di 0812-9294-6xxx, pukul 14.36 WITA dan dua kali di 14.39 WITA.

Baca juga:

Sekretaris Rektor UNIMA Jamin Ijazah 17 Guru Yapen Prodi PAUD yang Terbit 2020 Sesuai Aturan

Diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, Katuuk melalui Siwij menjamin ijazah 17 guru Yapen yang keluar di 2020 sudah sesuai aturan. Sebab ijazah yang keluar, merupakan ijazah nasional.

“Saya mau jelaskan, di kampus (UNIMA) itu kami selalu ijazah nasional. Biar mau atur bagaimana, tetap di (ijazah) nasional NIM kelihatan. Tidak mau keluar ijazah itu. Tidak mau keluar, masa NIM tua, NIM sudah lewat masa studi terus mau keluar. (Ijazah) tidak bakalan mau keluar itu,” jaminnya.(Ian)