Selain PURA, VIHARA Terkesan SEKEDAR JADI; Tanpa Stupa, Pintu, Plafon, Jendela, Lampu, Interior dsb

MANADO, poskomanado.co.id–Dugaan korupsi di PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS PANCASILA UNIMA Tahun Anggaran (TA) 2022 yang dikerjakan PT RAZASA KARYA dengan nilai kontrak Rp 64.996.000.000,- yang berubah menjadi Rp 71.000.000.000,- sesuai ADENDUM I Nomor: 5737/UN41/023.17.02/2022 tentang PENAMBAHAN BIAYA, tertanggal 20 Desember 2022; MAKIN JELAS.
Pasalnya selain di lokasi PURA yang tanpa PURA, hanya terlihat sebagian pagar depan dengan tiang-tiang yang dipenuhi rumput ilalang serta pernah jadi lokasi ikat sapi; gedung VIHARA di samping lokasi PURA malah terkesan SEKEDAR JADI.
Dari pantauan POSKO MANADO di lokasi, Senin (16/04/2026) siang, gedung VIHARA sangat jauh dengan gambar dokumen PEKERJAAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) PEMBANGUNAN KAWASAN PENGEMBANGAN MENTALITAS PANCASILA UNIMA TA 2022.


Gedung VIHARA yang seharusnya berfungsi sebagai tempat puja bhakti, meditasi, pembabaran Dhamma untuk penganut Buddhisme; hanya terlihat seperti gedung tak jelas. Tanpa ada stupa, tanpa ada pintu, tanpa ada plafon, tanpa jendela, tanpa lampu, tanpa interior dsb. Hanya terlihat instalasi listrik dengan kabel yang menggantung.
Diketahui, proyek berbanderol puluhan miliar ini seharusnya bertujuan untuk menguatkan karakter bangsa, meningkatkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara, serta memantapkan ketahanan budaya.
“Seharusnya, jika benar-benar dikerjakan sesuai dengan ketentuan (tanpa dugaan-dugaan) kawasan PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS UNIMA merupakan kawasan yang megah. Tapi yang terjadi pekerjaan terkesan asal-asalan dan ada banyak item, sebut saja beberapa item yang belum dikerjakan. Coba langsung ke lokasi saja dan lihat langsung,” kata sumber resmi lainnya POSKO MANADO dari UNIMA.
Sementara itu, YANO SUPIT PPK yang menggantikan IRWANY HERKO MAKI tetap tak merespon upaya konfirmasi. Dihubungi via sambungan WhatsApp di 0812-4111-2xxx, sekira pukul 15.36 WITA, 15.37 WITA dan 15.38 WITA tak direspon meski ‘berdering’. Begitu juga via pesan sekira pukul 15.41 WITA, hingga berita ini tayang belum direspon.
Dalam pemberitaan sebelumnya, PT RAZASA KARYA, penyedia MEGA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA TA 2022, melakukan Provisional Hand Over (PHO) proyek di pertengahan 2024; sesuai SURAT Nomor: 106/RK/VII/2024 tertanggal Medan, 08 Juli 2024, PERIHAL: Surat Permohonan PHO, yang ditandatangani FABEL SIHOMBING selaku Direktur PT RAZASA KARYA.
“Di Juli 2024, PT RAZASA KARYA mengajukan PHO di PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS PANCASILA UNIMA,” ungkap sumber resmi POSKO MANADO yang tak ingin namanya disebut.
Menariknya, lanjut sumber, dalam surat yang ditujukan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), PPK UNIMA ini, PT RAZASA KARYA mengklaim progres pekerjaan sudah mencapai 100 persen; sesuai ADENDUM VI, Nomor: 1949/UN41/203.17.02/2024, tanggal 25 Mei 2024.
“Pengajuan PHO ini dilakukan PT RAZASA KARYA dengan klaim kalau progres pekerjaan mereka sudah 100 persen. Ini kan aneh. Padahal ada beberapa item yang belum dikerjakan,” kata sumber sembari menyerahkan dokumen SURAT PERMOHONAN PHO PT RAZASA KARYA ke POSKO MANADO.(Ian)






