WOW! Ada Lagi ‘PROYEK 800 IKA’ untuk LAPANGAN PARKIR KAWASAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA di 2025

Lagi-lagi YANO SUPIT Disebut Sebagai PPK

Para pekerja saat mengerjakan pembangunan LAPANGAN PARKIR di KAWASAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA pada 20 Januari 2026 lalu. Dimana proyek pembangunan ini kabarnya berbanderol sekira Rp 800 juta, yang dipecah menjadi empat proyek PL. Foto lainnya LAPANGAN PARKIR di KAWASAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA per 16 Maret 2026.

MANADO, poskomanado.co.id–Ada yang baru di MEGA PROYEK GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA. Dimana, informasi di dapat POSKO MANADO ada lagi ‘PROYEK 800 IKA (juta)’ di Tahun Anggaran (TA) 2025 di kawasan yang sebelumnya di kerjakan PT RAZASA KARYA berbanderol puluhan miliar tersebut. Yakni untuk pekerjaan LAPANGAN PARKIR.

“Di akhir 2025, ada ‘PROYEK 800 IKA’ untuk pembangunan LAPANGAN PARKIR KAWASAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA,” kata sumber resmi lainnya POSKO MANADO, Jumat (27/03/2026).

Dijelaskan, proyek tersebut dipecah jadi empat proyek PENUNJUKAN LANGSUNG (PL). Dimana per proyek PL masing-masing berbanderol sekira Rp 200 juta.

“Jadi proyek dengan anggaran sekira Rp 800 juta untuk pekerjaan PEMBANGUNAN LAPANGAN PARKIR (di KAWASAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA) dibahagi jadi empat proyek PL. Per proyek anggarannya Rp 200 juta,” bebernya.

Menariknya, sumber menyebut, kalau PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) proyek, yakni YANO SUPIT. Dimana YANO SUPIT merupakan PPK di PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS UNIMA TA 2022 yang menggantikan IRWANY HERKO MAKI, PPK sebelumnya.

“PPK-nya (PROYEK LAPANGAN PARKIR itu) lagi-lagi YANO SUPIT. Konfirmasi saja langsung ke dia,” sebut sumber dan mewanti-wanti agar namanya disembunyikan.

Terpisah, YANO SUPIT saat dikonfirmasi via sambungan WhatsApp di 0812-4111-2xxx, sekira pukul 13.35 WITA, 13.36 WITA dan 13.37 WITA tak merespon. Begitu juga via pesan sekira pukul 13.43 WITA, tak merespon upaya konfirmasi hingga berita ini tayang.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pihak UNIMA diduga sudah BAYAR LUNAS ke PT RAZASA KARYA, meski pekerjaan PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS UNIMA TA 2022 dengan PAGU berbandrol Rp 82.000.000.000,- dan HPS Rp 81.241.299.770,21,- TAK RAMPUNG 100 persen.

Data di dapat POSKO MANADO, pembayaran ke PT RAZASA KARYA untuk pengerjaan proyek dengan nilai KONTRAK Rp 64.996.000.000,- yang berubah menjadi Rp 71.000.000.000,- sesuai ADENDUM I Nomor: 5737/UN41/023.17.02/2022 tentang PENAMBAHAN BIAYA, tertanggal 20 Desember 2022 ini; menggunakan tiga tahun anggaran (TA) sesuai dengan TEMU AKHIR AUDIT KINERJA ENTITAS UNIMA oleh INSPEKTORAT IV ITJEN KEMENDIKBUDRISTEK 2024.

Pertama BA-BUN TA 2022, PNBP UNIMA TA 2023 dan PNBP UNIMA TA 2024.Dengan rincian, di 2023 ada dua kali pembayaran yakni sekira Rp 35 miliar dan Rp 18 miliar; 2024 sekira Rp 3 miliar; dan 2025 sekira Rp 10,9 miliar, sudah dipotong denda sekira Rp 3 miliar.

“UNIMA (diduga) sudah BAYAR LUNAS ke PT RAZASA KARYA untuk PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS UNIMA (TA 2022) yang TAK TUNTAS 100 persen. Pertama di 2023 ada dua kali pembayaran, Rp 35 miliar karena realisasi pekerjaan per 31 Maret hanya 49,479 persen sesuai SURAT Nomor: 841/UN41/023.17.2/2023 tentang PEMUTUSAN KONTRAK dan Rp 18 miliar untuk pekerjaan dalam perpanjangan waktu 120 hari sesuai PUTUSAN PERDATA GUGATAN Nomor: 3/Pdt.G/2023/PN Tnn,” beber sumber resmi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp, Kamis (26/03/2026).

“Kemudian pembayaran di 2024 sekira Rp 3 miliar dan sesuai pernyataan REKTOR UNIMA Joseph Kambey pembayaran di 2025 sekira Rp 10,9 miliar yang sudah dipotong dengan denda sekira Rp 3 miliar sekian. Kalau DITOTAL semua pembayaran termasuk denda dan koma-koma itu sudah sekira Rp 71 miliar. Sudah sesuai dengan angka ADENDUM I Nomor: 5737/UN41/023.17.02/2022 tentang PENAMBAHAN BIAYA yang merubah nilai kontrak dari sekira Rp 64 miliar sekian menjadi Rp 71 miliar,” sambung sumber.

Dikatakan, pembayaran UNIMA ke PT RAZASA KARYA ini sangat memperjelas DUGAAN KORUPSI. Sebab banyak sekali dugaan-dugaan permasalahan apalagi menyeret beberapa lembaga tinggi negara seperti ITJEN KEMENDIKBUDRISTEK dan BPK.

“Antara lain, PT RAZASA KARYA sudah di-PUTUS KONTRAK karena WANPRESTASI yang seharusnya sudah BLACKLIST, masih diberi keistimewaan untuk mengerjakan proyek. Proyek PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS UNIMA itu yang seharusnya SINGEL YEAR (KONTRAK TAHUN TUNGGAL) tapi diduga diakali sehingga menjadi MULTI YEAR (KONTRAK TAHUN JAMAK). Kemudian, sudah DIBAYAR LUNAS dengan anggaran dari tiga TA, pekerjaan juga tak selesai. Lihat saja di lokasi,” tutup sumber.

Diketahui, PT RAZASA KARYA sudah meminta melakukan Provisional Hand Over (PHO) sesuai SURAT Nomor: 106/RK/VII/2024 tertanggal Medan, 08 Juli 2024, PERIHAL: Surat Permohonan PHO, yang ditandatangani FABEL SIHOMBING selaku Direktur PT RAZASA KARYA.

Dengan alasan, realiasi pekerjaan PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN MENTALITAS PANCASILA UNIMA Tahun Anggaran (TA) 2022 berbanderol puluhan miliar tersebut, sudah 100 persen.Tapi kenyataannya, saat itu ada beberapa item pekerjaan yang tak ada.

Seperti PURA, seluruh TAMAN di kawasan, JALAN kawasan, LAPANGAN PARKIR serta kekurangan-kekurangan lainnya di fisik gedung yang dibangun.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *