Polda Sulut dan Polres Jajaran Ungkap 607 Kasus Kejahatan, Dirreskrimum Tegaskan Semester II Harus Lebih Garang

Caption Foto : Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, bersama anggota Reskrim Polres jajaran Polda Sulut.

MANADO, PoskoManado.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Utara serta Polres Jajaran menorehkan capaian positif sepanjang Semester I Tahun 2026.

Dalam evaluasi kinerja yang digelar melalui press release Semester I, berhasil menyelesaikan 607 perkara dari total 1.335 kasus kejahatan konvensional, atau mencapai 45 persen tingkat penyelesaian perkara. Angka tersebut meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, menegaskan bahwa capaian tersebut membuktikan penyidik Ditreskrimum dan penyidik di Polres jajaran Polda Sulut tidak pernah berhenti bergerak dalam mencegah sekaligus mengungkap berbagai tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

“Semester I Tahun 2026 menjadi bukti bahwa Ditreskrimum terus bekerja keras dalam mencegah dan mengungkap berbagai tindak pidana, khususnya kejahatan konvensional seperti curas, curat, dan curanmor,” tegas Kombes Suryadi, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, dalam press conference, Senin (29/06/2026) siang.

Ia memaparkan, sepanjang Semester I 2026, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tercatat sebanyak empat laporan, sementara penyidik berhasil menuntaskan enam perkara atau meningkat hingga 156 persen.

Untuk pencurian dengan pemberatan (curat), polisi menerima empat laporan dan berhasil menyelesaikan sebelas perkara atau meningkat 275 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tercatat sebanyak 17 kasus dengan empat perkara berhasil diselesaikan.

Pada perkara pembunuhan, Ditreskrimum menangani 23 kasus dan berhasil mengungkap 18 di antaranya.

Sedangkan kasus penganiayaan masih mendominasi dengan 844 perkara. Hingga akhir Semester I, penyidik telah menuntaskan 408 kasus.

Selain itu, penyidik juga menangani 41 kasus pemalsuan dengan 10 perkara selesai, 202 kasus penggelapan dengan 77 perkara tuntas, serta 170 kasus penipuan dengan 69 perkara berhasil diselesaikan.

Dalam operasi penegakan hukum tersebut, Ditreskrimum turut mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya tiga unit mobil, 16 unit sepeda motor, 14 bilah senjata tajam, 15 pucuk senjata api, 10 buah panah wayer, dua mesin motor laut, satu unit AQI, tujuh unit speaker, satu senapan angin, empat unit mixer, serta satu kompresor.

Menurut Kombes Suryadi, keberhasilan tersebut menunjukkan kecepatan sekaligus kualitas penyidikan di lingkungan Polda Sulut terus meningkat.

Ia menambahkan, selama Semester I, Ditreskrimum juga berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari jaringan curas, curat, curanmor, penganiayaan, pembunuhan, pemalsuan, penggelapan hingga penipuan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota Polri yang didukung informasi masyarakat melalui pendekatan Scientific Crime Investigation,” ujarnya.

Meski mengapresiasi kinerja jajarannya, Kombes Suryadi mengingatkan seluruh personel agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, tantangan pada Semester II akan semakin berat seiring berkembangnya modus kejahatan, baik kejahatan konvensional maupun kejahatan berbasis teknologi.

“Masyarakat menuntut kita lebih cepat, lebih transparan, dan zero toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran,” katanya.

Karena itu, ia memerintahkan seluruh jajaran Ditreskrimum Polda Sulut agar menangani setiap laporan polisi secara presisi, memperkuat Scientific Crime Investigation, melengkapi alat bukti, serta mengutamakan kualitas penyidikan.

“Jangan hanya mengejar target, tetapi abaikan kualitas berkas. Di hadapan kita ada korban yang menunggu keadilan,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Kombes Suryadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi selama Semester I. Namun ia menegaskan, hasil evaluasi tersebut harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik pada Semester II.

“Jadikan evaluasi hari ini sebagai cambuk untuk Semester II yang lebih baik. Target kita satu, masyarakat percaya, pelaku jera, dan Polda Sulut zero pelanggaran,” pungkasnya.(Lon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *