Dari Keluhan Menjadi Solusi, Kapolda Sulut Dekatkan Polisi dengan Masyarakat

Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto, saat berdiskusi dengan masyarakat dan pedagang di pasar Bersehati

MANADO, Poskomanado.co.id – Bukan sekadar menyapa, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto hadir di Pasar Bersehati, Manado, Kamis (22/10/2026), untuk mendengar keluh kesah warga, memahami kesulitan mereka, dan mencari jalan keluar bersama.

Lewat dialog yang humanis, Yudo ingin memastikan masyarakat merasa didengar, diperhatikan, dan mendapat ruang untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada kepolisian.

Didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulut dan Kapolresta Manado, Yudo menyambangi pedagang, pengelola parkir, hingga pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas pasar.

Dalam pertemuan tersebut, ia membuka ruang komunikasi bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari. Dialog ini sekaligus menjadi sarana bagi kepolisian untuk memahami kondisi di lapangan dan mengidentifikasi langkah penanganan yang diperlukan.

Pendekatan itu merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat, yang mengedepankan komunikasi, kepedulian, dan kerja sama antara aparat dengan warga.

“Ini salah satu wujud program Polisi Bersama Masyarakat. Artinya, polisi harus hadir di tengah masyarakat, mengetahui permasalahan yang ada, dan mencarikan solusinya,” ujar Yudo.

Bagi komunitas pasar, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Sementara bagi kepolisian, mendengar masukan warga merupakan langkah awal untuk memahami persoalan sekaligus menentukan tindak lanjut yang tepat.

Yudo mengapresiasi keterbukaan pedagang dan komunitas ojek yang menyampaikan berbagai persoalan. Menurutnya, komunikasi yang terjalin dengan baik dapat membantu kepolisian merespons kebutuhan warga secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan gangguan keamanan maupun persoalan lain yang membutuhkan penanganan segera. Salah satu saluran yang dapat dimanfaatkan ialah layanan darurat kepolisian melalui nomor 110, yang beroperasi selama 24 jam.

“Di setiap markas kepolisian itu ada telepon 110, itu 1 x 24 jam. Setiap keluhan masyarakat, persoalan dari masyarakat, langsung telepon ke situ, kita akan respon,” tegasnya.

Layanan tersebut diharapkan memudahkan warga mengakses bantuan tanpa harus menunggu masalah berkembang. Kemudahan pelaporan juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang terbuka antara masyarakat dan aparat.

Lebih jauh, program Polisi Bersama Masyarakat menekankan bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian. Peran aktif warga dalam memberikan informasi, melaporkan gangguan, dan menjaga lingkungan turut menentukan terciptanya situasi yang kondusif.

Di Pasar Bersehati, komitmen itu diwujudkan melalui dialog langsung dengan komunitas yang menjadi bagian penting dari aktivitas perekonomian Manado. Yudo mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga kegiatan perdagangan dan kehidupan sehari-hari dapat berlangsung dengan lancar.

Bagi Yudo, kehadiran polisi tidak cukup hanya terlihat di tengah masyarakat. Yang lebih penting ialah kesediaan untuk mendengar, memahami persoalan, dan mendorong penyelesaian. Melalui komunikasi yang berkelanjutan, program Polisi Bersama Masyarakat diharapkan menjadi jembatan antara keluhan warga dan solusi nyata.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *