Polisi dan warga saat mencari dan melakukan evakuasi para korban akibat bencana banjir bandang
SITARO, Poskomanado.co.id – Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026).
Bencana ini dipicu hujan berintensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih lima jam tanpa henti.
Banjir bandang melanda sedikitnya dua kecamatan, yakni Kecamatan Siau Barat dan Kecamatan Siau Timur, dengan dampak paling parah terjadi di wilayah Siau Timur.
Kapolres Kepulauan Sitaro AKBP Iwan Permadi mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur wilayah Sitaro hingga Senin siang.
“Curah hujan tinggi menyebabkan luapan air bercampur material batu, tanah dan kayu yang menerjang pemukiman warga,” ujar Kapolres.
Data sementara mencatat, di Kecamatan Siau Barat terdapat 1 korban meninggal dunia, 1 orang hilang dan 7 warga mengalami luka-luka. Sementara di Kecamatan Siau Timur, jumlah korban lebih besar, dengan 6 orang meninggal dunia, 18 luka-luka dan 1 korban masih dalam pencarian.
Namun perkembangan terakhir, jumlah korban meninggal dunia di Siau Timur bertambah menjadi 7 orang, ditambah 2 korban lain dari Kelurahan Paseng yang masih dalam proses identifikasi. Sehingga total sementara korban meninggal dunia mencapai 9 orang.
Untuk Korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi: Juanita Erlina Bangsa (21), Joan Bangsa (20), El Kamanangan (4), Florensi Bawonte (72), Santi Diamanis (34), Rakmon Bangsa, dan Angkol Tamalongehe.
Satu korban lainnya, Kananta Kairi Kansil (usia 2 bulan), dilaporkan masih belum ditemukan dan terus dilakukan pencarian.
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka. Di wilayah Siau Timur, tercatat sedikitnya 17 orang menjalani perawatan medis akibat luka ringan hingga sedang.
Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan fasilitas publik. Material banjir berupa batu, tanah dan kayu menimbun setengah bangunan Markas Komando (Mako) Polres Kepulauan Sitaro.
“Sekitar 50 persen gedung Mako Polres bersama fasilitas penunjang tertimbun material banjir,” ungkap AKBP Iwan Permadi.
Sejumlah kendaraan dinas dan kendaraan pribadi milik personel Polres turut tertimbun material banjir. Bahkan satu anggota Bhayangkari dilaporkan sempat tidak sadarkan diri dan kini masih menjalani perawatan medis. Beberapa personel piket Polres juga mengalami luka ringan.
Wilayah terdampak banjir bandang meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Ulu, Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng dan Batusenggo.
Akses jalan menuju Lindongan II Kampung Batusenggo sempat terputus akibat timbunan material, namun telah berhasil dibersihkan dan kini kembali bisa dilalui.
Saat ini, personel Polres Kepulauan Sitaro, Polsek jajaran bersama warga setempat terus melakukan evakuasi dan pembersihan material banjir. Warga terdampak telah dievakuasi ke tempat aman, di antaranya Gedung Gereja Jemaat KGPM Batusenggo Lindongan I serta rumah-rumah warga yang tidak terdampak.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Sitaro.(redaksi)







