Kasih yang Dihadirkan dalam Aksi Nyata: Jejak Kepedulian Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie untuk Panti Asuhan

Anggota Komunitas Sahabat Kapolda saat menyerahkan bantuan di Panti Tunarungu Damai GMIM Tomohon

MANADO, Poskomanado.co.id — Siang hingga sore hari, suasana di beberapa panti asuhan di Manado, Tomohon hingga Minahasa terasa berbeda. Bukan hanya karena datangnya rombongan tamu, tetapi karena hadirnya perhatian yang selama ini begitu dinanti; kepedulian yang diwujudkan dalam aksi nyata.

Di balik kegiatan tersebut, ada sosok Irjen Pol Roycke Langie, yang kembali menegaskan bahwa tugas kepolisian tak berhenti pada penegakan hukum semata. Ada sisi kemanusiaan yang terus ia rawat, namun berdampak.

Melalui program bertajuk “Sahabat Kapolda”, bantuan bahan pokok, ikan segar, hingga freezer disalurkan ke sejumlah panti asuhan lintas latar belakang. Mulai dari Panti Asuhan Darusaadah di Ternate Tanjung, Panti Disabilitas Victoria Kalasey, Panti Asuhan Nurul Hidayah Sea, hingga Panti Tunarungu Damai di Tomohon, semuanya menjadi titik singgah kasih pada Selasa (28/4/2026).

Anggota Komunitas Sahabat Kapolda saat menyerahkan bantuan di Panti Asuhan Nurul Hidayah Sea Satu.

Bagi sebagian orang, bantuan mungkin sekadar angka dan barang. Namun bagi mereka yang menerima, ini adalah napas tambahan untuk bertahan.

“Ini bukan sekadar program rutin,” ujar Pdt. Franky Rompas, MPd, perwakilan Sahabat Kapolda yang turun langsung ke lapangan.

“Ini adalah komitmen tulus dari Bapak Kapolda agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.”

Di Panti Asuhan Darusaadah, raut haru tak bisa disembunyikan dari wajah Lisda G Nur. Bantuan freezer yang diterima bukan hanya alat, tetapi solusi jangka panjang untuk menyimpan bahan makanan anak-anak asuhnya.

“Kami sangat terbantu. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi untuk ke depan juga,” tuturnya pelan, menahan haru.

Kisah serupa datang dari Panti Tunarungu Damai Tomohon. Bantuan kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya, mereka telah merasakan sentuhan kepedulian yang sama melalui perbaikan fasilitas dasar.

“Beliau selalu ingat kami. Dulu atap dan toilet diperbaiki, sekarang datang lagi bantuan. Ini luar biasa,” ungkap pengelola panti, suaranya bergetar.

Di sela-sela penyaluran bantuan, terlihat pula beberapa anggota komunitas Sahabat Kapolda; Plato Rawung, Aldy Pascoal, hingga Jiv Langi yang memastikan setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Tak ada panggung besar, tak ada seremoni panjang. Yang ada hanyalah interaksi hangat, senyum, dan doa yang mengalir tulus.

Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, aksi ini menjadi pengingat sederhana: bahwa kepedulian tak selalu harus besar, tetapi harus nyata.

Langkah kecil yang konsisten seperti ini perlahan membangun jembatan kepercayaan antara institusi dan masyarakat. Bahwa polisi bukan hanya penjaga hukum, tetapi juga sahabat bagi mereka yang membutuhkan.

Di Bumi Nyiur Melambai, kasih itu hari ini tidak hanya diucapkan, tetapi dihadirkan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *