Meykel Damapolii saat makan bersama istrinya di jalan Wakeke.
MANADO, Poskomanado.co.id – Suhu politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Manado mulai memanas.
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Manado yang juga Wakil Ketua DPRD Manado, Meykel Damapolii alias Teba, diterpa isu miring di media sosial.
Sebuah unggahan akun media sosial bernama Hardi Kawatu menuding Teba memiliki hubungan khusus dengan seorang perempuan bernama Tasya.
Dalam unggahan tersebut, Tasya disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan istri Teba. Narasi yang menyertai unggahan juga seolah menggambarkan kekecewaan seorang istri terhadap suaminya.
Unggahan itu turut menampilkan foto Teba bersama Tasya. Namun, foto yang beredar tersebut disebut telah mengalami penyuntingan.
Teba langsung membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah melakukan perselingkuhan seperti yang dituduhkan dalam unggahan media sosial itu.
“Saya kaget. Saya tidak pernah melakukan itu. Itu hoaks,” tegas Teba saat dikonfirmasi.
Teba juga membantah adanya persoalan dalam rumah tangganya.
Ia memastikan hubungannya dengan sang istri tetap baik. Bahkan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Teba mengaku sedang makan bersama istrinya di kawasan Wakeke, Manado.
Teba kemudian mengirimkan video yang memperlihatkan dirinya tengah menikmati tinutuan dan mie cakalang bersama istrinya.
“Hubungan saya dengan istri baik-baik saja,” katanya.
Teba juga mempertanyakan motif di balik munculnya tudingan tersebut.
Menurut dia, pengelola akun yang menyebarkan isu tersebut bahkan mengaku tidak mengenal dirinya.
Meski begitu, Teba menilai identitas pengelola akun tersebut tetap dapat diketahui jika dilakukan penelusuran terhadap aktivitas akun dan jejak digitalnya.
“Dia mengaku tidak kenal saya. Tapi kalau mau dilacak, pasti akan diketahui siapa pelakunya,” ujarnya.
Teba mengatakan isu perselingkuhan bukan satu-satunya informasi negatif yang belakangan dikaitkan dengan dirinya.
Sebelumnya, kata dia, namanya juga sempat dikaitkan dengan isu dugaan korupsi.
Teba membantah isu-isu tersebut dan menduga ada pihak tertentu yang sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar.
Teba kemudian menghubungkan kemunculan berbagai isu tersebut dengan dinamika politik internal Partai Golkar Kota Manado menjelang Musda.
Ia menduga ada pihak yang berupaya menyerang reputasinya melalui penyebaran isu di media sosial.
“Ini sudah beberapa kali. Mulai dari isu korupsi sampai sekarang isu perselingkuhan. Saya menduga ada oknum yang sengaja melakukan fitnah untuk menjelekkan nama saya, apalagi menjelang Musda,” ungkapnya.
Meski diterpa berbagai tudingan, Teba mengaku tidak ingin terpancing.
Ia memilih menyerahkan persoalan tersebut untuk ditelusuri lebih lanjut dan meminta publik tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan kebenarannya.(Lon)






