Jenderal Berkelas! Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie Raih Doktor Cumlaude di Tengah Padatnya Tugas Negara

Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie saat mengikuti prosesi wisuda.

JAKARTA, Poskomanado.co.id – Sosok Irjen Pol Roycke Harry Langie kembali mencuri perhatian. Di tengah padatnya tanggung jawab menjaga keamanan di Sulawesi Utara, jenderal bintang dua ini sukses menorehkan prestasi akademik bergengsi.

Kapolda Sulut tersebut resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat cumlaude, usai mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Mengenakan toga hitam lengkap dengan selempang merah, Roycke tampak penuh kebanggaan. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dedikasi terhadap tugas negara tak menghalangi semangat untuk terus menimba ilmu.

Gelar doktor tersebut diraih setelah sebelumnya ia sukses mempertahankan disertasi dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor pada 11 November 2025. Dalam karya ilmiahnya, Roycke mengangkat isu strategis berjudul “Strategi Optimalisasi Kerjasama Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”.

Di hadapan tim penguji yang dipimpin Kadarsah Suryadi, Roycke menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memberantas kejahatan perdagangan orang. Ia menawarkan pendekatan komprehensif melalui harmonisasi kebijakan hukum agar penanganan TPPO tidak berjalan parsial.

Prestasi ini langsung mendapat apresiasi dari internal Polda Sulut. Kabid Humas Polda Sulut Alamsyah P. Hasibuan menyebut capaian tersebut sebagai inspirasi bagi seluruh personel Polri.

“Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi kebanggaan bagi institusi dan masyarakat Sulawesi Utara. Semoga menjadi motivasi bagi anggota Polri untuk terus belajar dan berkembang,” tegasnya.

Keberhasilan Roycke menegaskan figur pemimpin modern Polri: tangguh di lapangan, tajam dalam pemikiran, serta konsisten memperjuangkan keadilan hukum melalui pendekatan ilmiah.

Di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks, kehadiran pemimpin dengan kombinasi pengalaman operasional dan kekuatan akademik seperti ini menjadi modal penting bagi masa depan penegakan hukum di Indonesia.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *