RENOVASI LABORATORIUM TERPADU UNIMA 2024 Diduga ASAL-ASALAN

Pekerjaan Disebut Terkesan Sekedar, Anggaran Besar Tapi Tidak Ada Pengamanan

MANADO, poskomanado.co.id–‘AROMA TAK SEDAP’ muncul dari PROYEK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM TA 2024 UNIMA dengan KODE RUP 47672480 dan PAGU Rp 5.511.444.000,-.

Selain disebut-sebut sebagai penyebab tak beroperasinya LABORATORIUM TERPADU karena PEKERJAAN TERLAMBAT kemudian KEMANAN TAK TERJAMIN; proyek ini juga diduga dikerjakan ASAL-ASALAN.

Menurut sumber resmi POSKO MANADO dari UNIMA yang tak ingin namanya diungkap, penyedia proyek ini yakni PT AURA LEITA PERKASA. “Pekerjaan yang dilakukan PT AURA LEITA PERKASA di RENOVASI LABORATORIUM TERPADU UNIMA 2024 terkesan sekedar. Diduga dikerjakan asal-asalan. Bisa langsung cek di dua gedung laboratorium dan lihat sendiri hasil pekerjaan. Diduga pekerjaan tak sesuai dengan anggaran miliaran,” sebut sumber beberapa waktu lalu.

Selain itu, dikatakan, meski menyedot anggaran besar, yang jadi pertanyaan tidak ada pegamanan berupa pemasangan teralis. Padahal, LABORATORIUM TERPADU memiliki peralatan puluhan miliar rupiah.

“Kan aneh, renovasi gedung dengan PAGU sekira Rp 5 miliar, tapi pintu hingga jenderal tak memiliki teralis. Apalagi, LABORATORIUM TERPADU memiliki alat dengan anggaran Rp 36 miliar,” katanya.

Lanjut sumber, karena hal tersebut pekerjaan PT AURA LEITA PERKASA harus dipertanyakan. “Apalagi disebut jadi penyebab LABORATORIUM TERPADU tak bisa difungsikan hingga sekarang. Atau ada apa-apanya dibalik pekerjaan ini?” ucapnya.

Terpisah, SUSAN KALENGKONGAN, PPK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM hingga berita ini tayang tak menanggapi upaya konfirmasi. Dihubungi via WhatsApp di 0853-9599-3xxx, Selasa (07/04/2026), sekira pukul 12.54 WITA, 12.55 WITA dan 12.56 WITA, tak direspon. Begitu juga via pesan sekira pukul 12.58 WITA, belum dibalas.

Dalam pemberitaan sebelumnya, alasan LABORATORIUM TERPADU ini MUBAZIR sebab tak bisa digunakan; pertama RENOVASI terlambat dikerjakan sesuai pernyataan PPK PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK NICKY TUMALUN. Kemudian keamanan tak terjamin, sesuai pernyataan dari REKTOR UNIMA JOSEPH KAMBEY.

Sementara itu, informasi didapat POSKO MANADO, SUSAN KALENGKONGAN disebut sebagai PPK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM. “Yang PPK RENOVASI LABORATORIUM TERPADU (TA 2024) itu SUSAN, SUSAN KALENGKONGAN. Cek langsung ke dia saja soal proyek itu. Karenakan sesuai pernyataan PPK PENGADAAN (NICKY TUMALUN) dan REKTOR (JOSEPH KAMBEY), LABORATORIUM TERPADU kosong tak miliki peralatan karena PROYEK RENOVASI. Jadi hubungi SUSAN, dia tahu itu,” ungkap sumber resmi dari UNIMA saat dihubungi Senin (06/04/2026) malam.

Diketahui, NICKY TUMALUN menyatakan, peralatan laboratorium berbanderol sekira Rp 36 miliar tersebut tidak diletakkan di LABORATORIUM TERPADU, melainkan di laboratorium setiap jurusan yang ada di UNIMA. Dimana akibat PROYEK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM TERLAMBAT DIKERJAKAN.

“Iya ,karena barangnya (peralatan laboratorium) tidak masuk lab (LABORATORIUM TERPADU) situ, di lab setiap jurusan. (RENOVASI) lab-nya itu orang lain,” kata NICKY TUMALUN ketika dikonfirmasi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp di 0852-5651-1xxx, beberapa waktu lalu.

Dibeberkan, untuk PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK selesai di 2024. Sedangkan RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM selesai di 2025.

“Karena (RENOVASI) lab itu kelar di perpanjangan tahun anggaran. Kelar di Maret (2025), sampai sekarang (LABORATORIUM TERPADU UNIMA) kosong noh. Sementara yang alat (PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK) itu selesai di 2024. Jadi (peralatan laboratorium) di lepas di setiap program studi, begitu,” bebernya.

Untuk memperjelas, POSKO MANADO memastikan lagi soal alasan LABORATORIUM TERPADU UNIMA yang sampai saat ini kosong penyebabnya RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM TERLAMBAT DIKERJAKAN, tapi PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK sudah selesai, NICKY TUMALUN mengiyakan.

“Iya, (LABORATORIUM TERPADU UNIMA) belum bisa difungsikan. (RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM) selesai di 31 Maret 2025,” ujar NICKY TUMALUN.

Kemudian, JOSEPH KAMBEY saat dikonfirmasi via WhatsApp di 0811436xxx, beberapa waktu lalu membenarkan kalau LABORATORIUM TERPADU masih kosong. Sedangkan peralatan bernilai puluhan miliar tersebut tersebar di laboratorium tiap-tiap fakultas.

“Memang kami belum sempat taruh (peralatan) di LAB (LABORATORIUM TERPADU), masih di lab tiap fakultas. Karena ada lab masing-masing. Peralatan lain masih di lab situ (tiap fakultas),” katanya.

Ia beralasan tersebarnya peralatan LABORATORIUM TERPADU ke laboratorium tiap fakultas, karena keamanan tidak terjamin.

“Karena yang di lab baru itu, yang saya tau keamanannya belum terjamin. Apalagi alat-alat itu miliaran rupiah. Jadi keamanan lab itu belum terjamin. Jadi (peralatan LABORATORIUM TERPADU) masih di taruh di lab masing-masing prodi,” ujarnya.(ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *