Disebut Ada Kongkalikong dalam Menentukan PT RASAZA KARYA Sebagai Penyedia
MANADO, poskomanado.co.id–Ada kabar terbaru dari polemik MEGA PROYEK Gedung Pusat Pembinaan Mentalitas Pancasila di Universitas Negeri Manado (UNIMA).
Dimana di Tahun Anggaran (TA) 2024 ada proyek Lanjutan Pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila berbanderol sekira Rp 17.149.819.000,- yang dalam pemilihan penyedia seharusnya menggunakan metode tender, diduga kuat dijadikan seperti penunjukan langsung (PL).
Sebab informasi didapat POSKO MANADO, perusahaan yang memenangkan dan mengerjakan proyek ini masih PT RASAZA KARYA; perusahan yang mengerjakan Gedung Pusat Pembinaan Mentalitas Pancasila di 2022 dengan banderol sekira Rp 64.966.000.000,- kemudian menjadi Rp71.000.000.000,-.
“Di 2024 ada proyek Lanjutan Pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila dengan anggaran (sekira Rp) 17 M (miliar). Tapi (diduga) proyek ini dalam pemilihan penyedia di-PL-kan. Karena kalau memang (gunakan sistem) tender, bukan PT RASAZA KARYA yang akan memenangkan proyek,” sebut sumber resmi yang tak ingin namanya disebut saat bertemu dengan wartawan media ini di Manado, Rabu (18/02/2026).
Menurutnya, PT RASAZA KARYA dalam mengerjakan Gedung Mentalitas Pancasila di 2022 sarat masalah. Mulai dari dugaan pekerjaan konstruksi yang tidak selesai hingga tidak sesuai Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB); meski ada adendum hingga delapan kali. Serta saat ini dalam penyelidikan di Tipikor Polda Sulut.
“PT RAZASA KARYA juga sudah diputus kontrak pada April 2023 karena wanprestasi dan tidak bisa menyelesaikan proyek. Yang jadi pertanyaan, kenapa perusahaan yang sudah putus kontrak bisa mengerjakan proyek lainnya di tahun 2024? Jadi kuat dugaan pemilihan penyedia proyek Lanjutan Pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila 2024 dengan nilai 17 M itu di-PL-kan. Ada kongkalikong sehingga PT RAZASA KARYA dapat proyek itu,” tutur sumber.
Sementara itu, PPK Yano Supit saat dikonfirmasi via WhatsApp di 0812-4111-2xxx, Kamis (19/02/2026), sekira pukul 09.02 WITA, 09.03 WITA dan 09.04 WITA tak merespon. Begitu juga via pesan sekira 09.07 WITA, belum dibalas hingga berita ini tayang.
Hal yang sama juga dengan eks Rektor UNIMA Deitje Katuuk, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat itu; tak merespon dihubungi via WhatsApp di 0821-9671-3xxx sekira pukul 09.15 WITA, 09.16 WITA dan 09.17 WITA. Via pesan sekira pukul 09.22 WITA juga belum dibalas.(ian)







