DPRD Bitung Soroti Indikasi Kubu-kubuan di Internal ASN, Ada Blok IPDN dan Non IPDN

BITUNG, poskomanado.co.id – Anggota DPRD Bitung menyoroti indikasi kubu-kubuan di kalangan ASN di Pemkot Bitung. Berdasarkan temuan mereka, ada dua kubu yang sementara terlibat perang dingin, yakni kubu IPDN dan non IPDN.

Indikasi ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Bitung yang digelar Senin (6/7/2026) siang tadi. Ada sejumlah anggota DPRD Bitung yang mengungkap indikasi tersebut, salah satunya politisi Partai NasDem Alexander Wenas.

Istilah IPDN jelas merujuk pada lembaga pendidikan kedinasan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Menurut temuan wakil rakyat, di Pemkot Bitung kubu ini dimotori oleh Give Mose selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Give tidak sendiri di kubu ini. Ada sejumlah rekan maupun seniornya sesama alumni IPDN yang dianggap tergabung dalam satu blok. Antara lain Jeffry Wowiling, Stella Mangkey, Franky Ladi dan beberapa nama lainnya.

Sementara, kubu non IPDN kabarnya digawangi oleh Sekretaris Daerah Rudy Theno. Rudy dan sejumlah pejabat berada di blok ini karena mereka bukan jebolan pendidikan ikatan dinas IPDN. Mereka berkarir di birokrat lewat jalur reguler alias pelamar umum.

“Saya melihat penataan kepegawaian di Pemkot Bitung saat ini belum berjalan maksimal. Salah satu penyebabnya karena ada blok-blok atau kubu-kubuan di kalangan ASN,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Bitung, Alexander Wenas, saat diberi kesempatan berbicara.

Nyong sapaan akrab dia, mengaku tahu pasti keberadaan faksi-faksi di internal ASN. Ia bilang sejak dulu memang ada kesan ASN jebolan IPDN merasa ‘berbeda’ ketimbang ASN jalur reguler. Pengetahuan itu ia dapat ketika menjadi asisten pribadi almarhum Hanny Sondakh, Walikota Bitung periode 2006-2011 dan 2011-2016.

“Saya pernah menjadi asisten pribadi Walikota. Jadi tahu lah kalau ada faksi-faksi di ASN. Grup Pak Give bersama teman-teman IPDN, dan orang-orang netral ada di grup Pak Sekda. Apa yang saya sebut ini dapat dipertanggungjawabkan,” tukasnya.

Nyong pun meminta pembelahan itu segera diakhiri. Ia mengingatkan bahwa ASN itu adalah abdi negara, sehingga tugasnya bekerja dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan semua pihak. Ia mendorong ASN di Pemkot Bitung saling bersinergi guna mendukung kepemimpinan Walikota Hengky Honandar dan Wakil Walikota Randito Maringka.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri apalagi bawa-bawa kepentingan pribadi atau kelompok. Fokus saja bekerja sesuai tupoksi dan bantu Pak Walikota dan Wakil Walikota,” pintanya.

Pernyataan Nyong di atas langsung mendapatkan respons. Rudy Theno dan Give Mose yang hadir dan duduk bersebelahan dalam RDPU menyampaikan bantahan mereka. Give menyebut indikasi kubu-kubuan hanyalah asumsi dari pihak luar.

“Tidak ada blok atau kubu-kubuan. Mungkin karena melihat situasi, kemudian orang-orang berasumsi seperti itu,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Rudy Theno. Ia menegaskan bahwa sejauh ini internal ASN di Pemkot Bitung dalam keadaan kompak dan bersinergi. Kalau pun ada perbedaan pendapat atau cara pandang, ia menganggapnya sebagai hal yang lumrah dan bagian dari dinamika organisasi.

“Tidak ada kubu-kubuan, itu penilaian orang saja. Saya pribadi juga tidak punya kepentingan apa-apa. Saat ini saya sudah sementara menjabat Sekda, jadi saya tidak sedang bersaing dengan siapapun. Saya tidak bersaing dengan Pak Give atau dengan Pak Benny (Lontoh), karena kita justru kompak-kompak saja. Jadi tidak betul itu ada blok-blok ASN,” tandasnya.(bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *