Ohhh, Polda Sulut Masih Menangani DUGAAN KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA TA 2022

Kasubdit Tipikor: Masih Berlanjut

MANADO, poskomanado.co.id–Kasus DUGAAN KORUPSI di PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA Tahun Anggaran (TA) 2022 berbandrol puluhan miliar tersebut, ternyata masih ditangani Polda Sulut.

Hal ini terungkap dari pernyataan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Muhammad Fadli saat dikonfirmasi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp di 0813-2654-2xxx, Selasa (10/03), sekira pukul 11.42 WITA. “Masih berlanjut, masih ada, sementara,” singkatnya.

Diketahui, proyek yang dikerjakan PT RAZASA KARYA tersebut sesuai kontrak awal sekira Rp 64.966.000.000,-. Kemudian mendapat penambahan anggaran 10 persen menjadi sekira Rp 71.000.000.000,- sesuai ADENDUM I Nomor: 5737/UN41/023.17.02/2022 tentang PENAMBAHAN BIAYA, tertanggal 20 Desember 2022.

Selain itu, PT RAZASA KARYA juga mendapat penambahan 90 hari untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai ADENDUM II Nomor: 5973/UN41/023.17.02/2022 tentang PENAMBAHAN WAKTU, tertanggal 30 Desember 2022.

Kemudian PT RAZASA KARYA di-PUTUS KONTRAK oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) per 14 April 2023. Sesuai SURAT Nomor: 841/UN41/023.17.2/2023 tentang PEMUTUSAN KONTRAK; alasan PT RAZASA KARYA di-PUTUS KONTRAK antara lain:

Bobot akhir pekerjaan per 31 Maret 2023 tidak mencapai 100 persen, hanya mencapai 49,479 Persen. Padahal PT RAZASA KARYA sudah mendapat PEMBERIAN KESEMPATAN sesuai ADENDUM II Nomor: 5973/UN41/023.17.02/2022 tertanggal 30 Desember 2022, selama 90 hari terhitung 1 Januari 2023 hingga 31 Maret 2023;

SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN MENYELESAIKAN SISA PEKERJAAN dari PT RAZASA KARYA selaku Penyedia tanggal 5 Januari 2023; dan

HASIL AUDIT Tim Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek bulan Maret 2023.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) YANO SUPIT disebut-sebut paling tau soal seluk beluk proyek yang pembangunannya dikerjakan PT RAZASA KARYA dari Tahun Anggaran (TA) 2022 ini.

Dikatakan sumber resmi dari UNIMA yang tak ingin namanya disebut, awalnya PPK PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA TA 2022 adalah IRWANY HERKO MAKI.

Kemudian YANO SUPIT menggantikan IRWANY HERKO MAKI yang mengundurkan diri sebagai PPK di 2023. “Sebelum AMAR PUTUSAN GUGATAN PERDATA PT RAZASA KARYA keluar di 15 Mei 2023, YANO SUPIT sudah menjadi PPK PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENTALITAS PANCASILA (UNIMA TA 2022) menggantikan IRWANY HERKO MAKI yang mengundurkan diri,” katanya saat menghubungi POSKO MANADO, Sabtu (07/03/2026).

“YANO SUPIT juga merupakan PPK PROYEK LANJUTAN Lanjutan Pembangunan Gedung Mentalitas Pancasila UNIMA berbanderol sekira Rp 17.149.819.000,- di TA 2024,” sambung sumber.

Atas hal tersebut, dikatakan YANO SUPIT mengetahui seluk-beluk dugaan ‘PERMAINAN’ di MEGA PROYEK GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA. Sebab selaku PPK, YANO SUPIT berperan krusial dalam memastikan kualitas, akuntabilitas dan kepatuhan hukum proyek.

“Selaku PPK, YANO SUPIT seharusnya tau betul apa yang benar, apa yang salah dalam MEGA PROYEK GEDUNG MENTALITAS PANCASILA UNIMA. Pasti ia tau semua seluk-beluk. Karena ia yang bertanggungjawab secara hukum antara lain atas tindakan yang diambil selama proses proyek,” beber sumber.

Terpisah, YANO SUPIT saat dikonfirmasi via WhatsApp di 0812-4111-2xxx, Sabtu (07/04/2026), sekira pukul 11.02 WITA, 11.03 WITA dan 11.04 WITA meski ‘berdering’ tak direspon. Begitu juga via pesan sekira pukul 11.08 WITA, belum dibalas hingga berita ini tayang.(ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *