BITUNG, poskomanado.co.id – Polres Bitung memasang police line atau garis polisi di areal pintu masuk PT Futai Sulawesi Utara. Langkah ini diambil sesuai permintaan masyarakat Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari.
Pemasangan police dilakukan dinihari tadi usai aksi pembakaran di kompleks PT Futai oleh warga Tanjung Merah. Pemasangan disaksikan langsung masyarakat karena berdasarkan permintaan mereka.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho bersama Wakil Walikota Bitung Randito Maringka berada di areal PT Futai pasca insiden penyerangan dan pembakaran oleh warga. Mereka datang untuk meredakan situasi.
Sontak saja, kehadiran dua tokoh ini dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi. Ada beberapa poin yang diminta warga untuk ditindaklanjuti pasca aksi pembakaran, salah satunya pemasangan garis polisi.
Kapolres Bitung pun merespons permintaan itu. Garis polisi yang memang sudah disiapkan langsung dipasang petugas di sepanjang pagar PT Futai. Oleh warga, dengan adanya garis polisi ini perusahaan dianggap tidak boleh dulu beroperasi.
“Tuntutan kami itu, pasang police line supaya sekaligus perusahaan jangan dulu beroperasi,” ujar Morisa Untu, salah satu warga Tanjung Merah di lokasi kejadian.
Poin-poin lain tuntutan warga adalah meminta polisi mengungkap dengan jelas siapa pelaku pelemparan batu yang menyebabkan sejumlah orang terluka. Mereka mendesak pelaku pelemparan ditangkap dan diproses hukum, begitu juga dengan pelaku penyekapan terhadap seorang warga.
“Tapi untuk penyekapan katanya oknum polisi yang melakukan. Itu disampaikan oleh korban karena dia mengaku mengenali wajah pelaku dan latar belakangnya,” ungkap Morisa.
Kapolres Bitung sudah memberikan keterangan terkait pemenuhan terhadap tuntutan masyarakat. Hanya saja, karena situasi di lokasi kejadian begitu ramai dan bising, keterangan yang disampaikan kurang begitu terdengar. Satu yang pasti, Kapolres memenuhi tuntutan itu untuk menenangkan warga agar tidak berlaku anarkis lagi.
Wakil Walikota juga ikut memberikan keterangan di hadapan warga. Pada intinya ia menjamin operasional PT Futai akan dihentikan sementara sambil melakukan perbaikan terhadap sistem pengolahan limbah.
“Yang penting kejadian malam ini cukup sampai di sini. Jangan terjadi lagi karena perusahaan pasti akan ditutup (sementara),” tandasnya kepada masyarakat.(bds)







