Setelah Banyak Korban dan Viral, Kabarnya Jalan Berlubang di Tawaang Minsel Mulai Diperbaiki

MANADO, poskomanado.co.id–Setelah banyak masyarakat jadi korban dan viral, jalan berlubang karena Pengupasan Aspal atau Milling di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga, Minsel; mulai diperbaiki.

Informasi didapat POSKO MANADO, penambalan lubang yang masuk dalam Proyek PRESERVASI JALAN WOROTICAN-POIGAR, WOROTICAN-POOPO-SINISIR TA 2026 dari KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM (PU) melalui BALAI PELAKSANAAN JALAN NASIONAL (BPJN) SULUT yang dikerjakan CV GAMA KARYA; mulai dilakukan sejak akhir pekan lalu.

“Akhir pekan lalu, sudah ada pekerjaan untuk penambalan jalan lubang di Tawaang,” kata Nens, pengguna jalan saat menghubungi POSKO MANADO, Senin (13/07/2026).

Senada, Teresia, warga sekitar mengungkapkan; seharusnya pekerjaan jalan dilakukan segera. Jangan tunggu ada banyak korban kecelakaan lalulintas (LAKALANTAS) baru dikerjakan.

“Proyek jalan seharusnya untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Tapi yang terjadi, proyek Jalan Trans, terutama di Tawaang, itu membuat banyak masyarakat menjadi korban kecelakaan. Parahnya, nanti sudah banyak korban dan viral, baru mulai diperbaiki,” ungkapnya.

Sementara itu, PPK 1.4 BPJN Sulut Dedi Tubagus saat dikonfirmasi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp di 0823-9606-6xxx, sekira pukul 08.46 WITA, pukul 08.47 WITA dan pukul 08.48 WITA, tak tersambung. Hanya tertulis ‘memanggil’. Begitu juga via pesan, sekira pukul 08.59 WITA, meski ‘centang dua’, belum direspon hingga berita ini tayang.

Terpisah, Edwin GS CV GAMA KARYA saat dihubungi via WhatsApp di 0812-4421-xxx, sekira pukul 08.50 WITA, awalnya membenarkan kalau dirinya merupakan GS CV GAMA KARYA. Tapi, ia membantah kalau ia merupakan GS di Proyek PRESERVASI JALAN WOROTICAN-POIGAR, WOROTICAN-POOPO-SINISIR TA 2026, berbanderol sekira Rp 9,12 miliar tersebut. “Oh bukan. Bukan, bukan,” singkatnya.

Tangkapan layar postingan SULAWESI UTARA COMMUNITY di facebook terkait masyarakat yang menjadi korban LAKALANTAS akibat jalan berlubang karena pengupasan aspal di Desa Tawaang, Kecamatan Tenga, Minsel, Kamis (09/06/2026).

Diketahui, LAKALANTAS di jalur Proyek PRESERVASI JALAN WOROTICAN-POIGAR, WOROTICAN-POOPO-SINISIR TA 2026, khususnya di Desa Tawaang sudah beberapa kasus.Terakhir, seperti di postingan SULAWESI UTARA COMMUNITY di facebook, Kamis (09/07/2026), ada masyarakat menjadi korban, akibat jalan berlubang karena yang tak segera ditambal dan minim rambu peringatan.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *