Akibat PROYEK RENOVASI TERLAMBAT DIKERJAKAN
MANADO, poskomanado.co.id–Meski sudah ‘TELAN’ ANGGARAN MILIARAN RUPIAH di Tahun Anggaran (TA) 2024, LABORATORIUM TERPADU UNIMA hingga saat ini masih kosong. Dan hal ini diakui PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK NICKY TUMALUN.
Dikatakan, peralatan laboratorium berbanderol sekira Rp 36 miliar tersebut tidak diletakkan di LABORATORIUM TERPADU, melainkan di laboratorium setiap jurusan yang ada di UNIMA. Dimana ini akibat PROYEK RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM TA 2024 dengan pagu anggaran sekira Rp 5,5 miliar TERLAMBAT DIKERJAKAN.
“Iya ,karena barangnya (peralatan laboratorium) tidak masuk lab situ (LABORATORIUM TERPADU), (tapi) di lab setiap jurusan. (RENOVASI) lab-nya itu orang lain,” kata NICKY TUMALUN ketika dikonfirmasi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp di 0852-5651-1xxx, beberapa waktu lalu.
Dibeberkan, untuk PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK selesai di 2024. Sedangkan RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM selesai di 2025.
“Karena (RENOVASI) lab itu kelar di perpanjangan tahun anggaran. Kelar di Maret (2025), sampai sekarang (LABORATORIUM TERPADU UNIMA) kosong noh. Sementara yang alat (PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK) itu selesai di 2024. Jadi (peralatan laboratorium) di lepas di setiap program studi, begitu,” bebernya.
Untuk memperjelas, POSKO MANADO memastikan lagi soal alasan LABORATORIUM TERPADU UNIMA yang sampai saat ini kosong penyebabnya RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM TERLAMBAT DIKERJAKAN, tapi PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK sudah selesai, NICKY TUMALUN mengiyakan.
“Iya, (LABORATORIUM TERPADU UNIMA) belum bisa difungsikan. (RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM) selesai di 31 Maret 2025,” ujar NICKY TUMALUN.
Sedangkan untuk PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK, meski awalnya mengatakan sudah selesai di 2024, disebut ada satu peralatan yang kontrak pengadaannya di perpanjang dan selesai di Januari 2025.
“Tergantung kontrak. Tapi dia hanya ada satu barang yang selesai 10 Januari (2025), itu ada perpanjangan kontrak. Selain dari itu, semuanya 2024,” sebutnya.
Dijelaskan, peralatan laboratorium yang terlambat diakibatkan ditahan Bea Cukai karena barang import. “Dari paket, ada satu barang dari tiga barang yang ketinggalan, dengan alasan dari mereka (penyedia) di-blok Bea Cukai karena barang import,” jelasnya.
Dalam pemberitaan sebelumnya, selain MEGA PROYEK PEMBANGUNAN KAWASAN MENTALITAS PANCASILA berbanderol sekira Rp 71.000.000.000,-, ada juga MEGA PROYEK lainnya di UNIVERSITAS NEGERI MANADO (UNIMA) yang diduga ‘CA BERES’. Yakni MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU di TA 2024, dengan total PAGU sekira Rp 41.511.444.000,-.
Informasi didapat POSKO MANADO, LABORATORIUM TERPADU UNIMA terdiri dari DUA PAKET. Yakni RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM dengan KODE RUP 47672480 dan PAGU Rp 5.511.444.000,- dan PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK dengan KODE RUP 47672482 dan PAGU Rp 36.000.000.000,-.
“Di UNIMA ada proyek LAB (LABORATORIUM) TERPADU di (TA) 2024 dengan total pagu sekira Rp 41,5 miliar. Rinciannya renovasi (gedung) dengan pagu anggaran sekira Rp 5,5 miliar hingga pengadaan peralatan Lab dengan pagu anggaran Rp 36 miliar,” ungkap sumber resmi POSKO MANADO yang belum ingin namanya diungkap.
Dikatakan, meski telah ‘menelan’ anggaran puluhan miliar, LABORATORIUM TERPADU keberadaannya TAK JELAS. Sebab, hingga saat ini dua gedung dengan dua lantai tersebut masih kosong. Tidak ada sarana dan prasarana laboratorium.
“LAB TERPADU itu ada dua gedung. Sebelumnya gedung Prodi Pendidikan Jasmani. Tapi coba cek, sampai sekarang LAB TERPADU itu TAK JELAS karena kosong melompong. Tidak ada isi peralatan laboratorium apapun di situ. Kosong, benar-benar kosong, tidak ada isi,” tutur sumber.
Sementara itu, Rektor UNIMA Joseph Kambey saat dikonfirmasi via WhatsApp di 0811436xxx, beberapa waktu lalu membenarkan kalau LABORATORIUM TERPADU masih kosong. Sedangkan peralatan bernilai puluhan muliar tersebut tersebar di laboratorium tiap-tiap fakultas.
“Memang kami belum sempat taruh (peralatan) di LAB (LABORATORIUM TERPADU), masih di lab tiap fakultas. Karena ada lab masing-masing. Peralatan lain masih di lab situ (tiap fakultas),” katanya.
Ia beralasan tersebarnya peralatan LABORATORIUM TERPADU ke laboratorium tiap fakultas, karena keamanan tidak terjamin.
“Karena yang di lab baru itu, yang saya tau keamanannya belum terjamin. Apalagi alat-alat itu miliaran rupiah. Jadi keamanan lab itu belum terjamin. Jadi (peralatan LABORATORIUM TERPADU) masih di taruh di lab masing-masing prodi,” ujarnya.(ian)












