Diduga Ada 2 PERATURAN MENTERI yang Dilanggar, Ditakutkan Mahasiswa Kembali Jadi Korban
MANADO, poskomanado.co.id–Penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama FAKULTAS KEDOKTERAN di UNIVERSITAS NEGERI MANADO (UNIMA) di tahun ajaran 2026/2027, terkesan dipaksakan. Karena sarana dan prasarana FAKULTAS KEDOKTERAN hingga saat ini belum ada.
Buktinya sesuai penulusuran POSKO MANADO di sirup.inaproc.id, MEGA PROYEK FAKULTAS KEDOKTERAN pembangunannya baru dimulai 2026 ini; dengan PAKET PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN FAKULTAS KEDOKTERAN dan LABORATORIUM dengan PAGU Rp 11.600.000.000,-.
“Seharusnya saat ini UNIMA belum bisa melaksanakan penerimaan mahasiswa baru FAKULTAS KEDOKTERAN. Alasannya sarana dan prasarana FAKULTAS KEDOKTERAN belum ada,” kata sumber resmi dari internal UNIMA kepada POSKO MANADO, pekan lalu.
“Coba cek saja di kampus (UNIMA) kalau ada gedung ataupun laboratorium untuk FAKULTAS KEDOKTERAN. Belum ada, sebab (MEGA) proyek FAKULTAS KEDOKTERAN baru dimulai 2026 ini. Itupun masih tahap perencanaan (PERENCANAAN TEKNIS PEMBANGUNAN FAKULTAS KEDOKTERAN dan LABORATORIUM),” sambung sumber.
Dikatakan sumber, UNIMA diduga melanggar dua PERATURAN MENTERI. Yakni PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI dan PENDIDIKAN TINGGI (PERMENRISTEKDIKTI) Nomor 18/2018 tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN, FAKULTAS KEDOKTERAN dan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, dan TEKNOLOGI (PERMENDIKBUDISTEK) Nomor 36/2021 tentang FAKULTAS KEDOKTERAN DAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI.
“FAKULTAS KEDOKTERAN (UNIMA) diduga melanggar dua PERATURAN MENTERI (PERMENRISTEKDIKTI Nomor 18/2018 dan PERMENDIKBUDISTEK Nomor 36/2021). Sebab sarana dan prasarana FAKULTAS KEDOKTERAN yang memadai belum ada, sudah laksanakan penerimaan mahasiswa. Ini kan sangat aneh. Seharusnya sarana dan prasarana tersedia dahulu, sudah siap sesuai standar; baru dilakukan penerimaan mahasiswa,” kata sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak disebut.
Lanjut sumber, jika penerimaan mahasiswa baru FAKULTAS KEDOKTERAN terus dilaksanakan; takutnya kejadian seperti PROGRAM STUDI (PRODI) FARMASI dan PRODI GEOTHERMAL UNIMA beberapa tahun kalau yang membuat banyak mahasiswa jadi korban akan terjadi lagi.
“Seharusnya para petinggi UNIMA saat ini sudah berkaca dari kasus PRODI FARMASI dan PRODI GEOTHERMAL yang membuat banyak mahasiswa jadi korban karena PRODI tidak diakui, meski sudah berjalan enam sampai tujuh tahun,” ujarnya.
“Karena itu, penerimaan mahasiswa baru FAKULTAS KEDOKTERAN harusnya dilakukan setelah saranan dan prasarana tersedia. Sudah memenuhi semua peraturan, tidak ada lagi dugaan kangkangi peraturan. Jangan sampai main terima mahasiswa, ujung-ujungnya mahasiswa jadi korban seperti di PRODI FARMASI dan PRODI GEOTHERMAL yang tak diakui,” tambah sumber.
Sebelumnya, informasi dari sumber resmi lainnya dari internal UNIMA; hingga saat ini STRUKTUR dan SARANA PRASARANA FAKULTAS KEDOKTERAN di UNIMA belum ada.
“Seharusnya beluma ada penerimaan mahasiswa kedokteran (di UNIMA). Karena sampai hari ini selain SARANA PRASARANA belum ada, STRUKTUR dari PRODI (Program Studi), JURUSAN dan FAKULTAS KEDOKTERAN belum ada,” tutur sumber resmi POSKO MANADO saat dihubungi via sambungan WhatsApp, Selasa (26/5/2026).
Menariknya diungkapkan, karena hal tersebut, sudah banyak pihak yang keberatan dengan penerimaan FAKULTAS KEDOKTERAN UNIMA. Sehingga dilaksanakan RAPAT SENAT.
“Hari Ini (Selasa, 26/5/2026) ada RAPAT SENAT terkait masalah ini, karena sudah ada keberatan dari berbagai pihak. Sebab ini menyangkut kualitas dan hasil dari mahasiswa kedokteran kedepan,” ungkapnya.
“Coba konfirmasi langsung ke WRI, Mner Gidion. Karena dia yang membidangi Akademik,” sambung sumber.
Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik (WRI) MISTER GIDEON MARU saat dikonfirmasi via sambungan WhatsApp di 0813-4007-5xxx, sekira pukul 13.48 WITA, 13.49 WITA dan 13.50 WITA, tak merespon. Kemudian konfirmasi via pesan yang dilayangkan 13.51 WITA, direspon sekira pukul 13.55 WITA.
“Boleh langsung tanya pa Humas jo Pak,” tulisnya dan mengirimkan nomor kontak MARCIA WATULINGAS, Humas UNIMA.”Supaya komprehensif,” tulisnya lagi via pesan sekira pukul 13.59 WITA.
Sementara itu, Humas UNIMA MARCIA WATULINGAS saat dihubungi via WhatsApp di 0812-4431-xxx untuk konfirmasi sekira pukul 14.03 WITA, 14.04 WITA dan 14.05 WITA tak direspon. Begitu juga via pesan sekira pukul 14.07 WITA, hingga berita ini tayang belum dibalas.(Ian)









