Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie saat di wawancara sejumlah awak media.
MANADO, Poskomanado.co.id – Menyikapi maraknya kasus penganiayaan yang berujung kematian di sejumlah wilayah, Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas.
Kapolda mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran Polres dan Polsek di Sulawesi Utara untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk menjamin rasa aman dalam setiap aktivitas sehari-hari.
“Seluruh jajaran saya sudah memerintahkan kepada Polres hingga Polsek untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk jaminan keamanan,” ujar Roycke Harry Langie.
Menurutnya, salah satu indikator penting sebuah daerah dapat dikategorikan aman adalah terjaminnya personal security atau keamanan pribadi masyarakat. Hal itu mencakup keamanan warga saat beraktivitas di kantor, sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, hingga rumah ibadah.
“Apa itu personal security? Bagaimana masyarakat melakukan aktivitas, apakah ke kantor, sekolah, kampus, mal, tempat hiburan, gereja maupun masjid, semuanya harus dipastikan aman,” katanya.
Selain keamanan pribadi, Kapolda juga menyoroti pentingnya infrastruktur security atau keamanan yang didukung sarana dan prasarana publik, seperti penerangan jalan yang memadai guna mencegah munculnya rasa takut dan potensi tindak kriminal di lokasi yang gelap.
Roycke turut mengingatkan ancaman digital security, yang menurutnya kini menjadi tantangan serius di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
“Digital security ini yang paling berbahaya. Banyak orang tidak bisa menahan diri, saling emosi, akhirnya berujung menjadi kasus pidana,” tegasnya.
Terkait sejumlah kasus penganiayaan yang terjadi belakangan ini, Kapolda memastikan seluruh peristiwa telah diproses sesuai ketentuan hukum. Ia juga telah memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap pelaku yang masih buron.
“Kalau ada pelaku yang belum tertangkap, saya sudah perintahkan untuk segera dilakukan penangkapan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Sulut juga akan menggelar operasi kewilayahan yang menyasar pelaku kejahatan jalanan, termasuk aksi begal yang meresahkan masyarakat.
“Kita akan melakukan operasi secara kewilayahan terhadap para pelaku begal dan tindak kriminal lainnya,” katanya.
Kapolda juga mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan kelompok anak muda yang berkumpul dan berpotensi melakukan tindakan kriminal.
“Kalau ada informasi anak-anak muda yang sedang kumpul-kumpul dan berpotensi melakukan kriminalitas, segera sampaikan kepada kepolisian agar bisa dilakukan mitigasi dan pembinaan,” imbaunya.
Di akhir keterangannya, Roycke mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Sulawesi Utara.
“Saya mengajak kita semua menciptakan Sulawesi Utara yang kondusif. Untuk teman-teman wartawan, bantu mempublikasikan hal-hal yang sejuk, yang membawa kedamaian, kekompakan, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(***)












