Jasad korban saat dievakuasi ke RS Bhayangkara Karombasan untuk diotopsi
MANADO, Poskomanado.co.id – Aksi brutal terjadi di Kelurahan Tikala Kumaraka, Lingkungan V, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sabtu (13/6/2026) pagi.
Seorang pemuda bernama Zulvan Ramadhan Machmud (24), warga Kelurahan Sumompo Kapleng Lingkungan IV, Kecamatan Tuminting, tewas setelah ditikam berulang kali oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 07.00 WITA di sebuah rumah kos yang berada di wilayah Tikala Kumaraka.
Berdasarkan keterangan saksi Cahyani Lihawa, saat dirinya berada di dalam kamar kos bersama korban, tiba-tiba datang tiga pria yang menanyakan keberadaan korban.
“Ngana kang orang Mahakeret,” ujar salah satu pelaku sebelum mereka mendobrak pintu kamar.
Saksi sempat menanyakan maksud kedatangan ketiga pria tersebut. Namun tanpa banyak bicara, para pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam.
Korban mengalami luka serius akibat tikaman dan akhirnya meninggal dunia.
Usai melakukan aksinya, ketiga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menolong korban. Ia mengaku mengenali wajah salah satu pelaku yang terlibat dalam penyerangan tersebut.
Sementara itu, saksi lainnya, Sunardi (47), warga Somomorodukuh, Plupuh, Sragen, yang berada di lokasi kejadian juga menjadi korban.
Saat membuka pintu kamar, Sunardi melihat tiga pria masuk secara paksa sambil membawa senjata tajam. Ia menyaksikan langsung aksi penganiayaan terhadap korban.
Ketika berusaha menyelamatkan diri, salah satu pelaku menikam bagian pinggang kanan Sunardi hingga mengalami luka.
Saksi lain juga mengaku sempat mendengar keributan sekitar pukul 04.00 WITA. Tak lama kemudian, ia melihat tiga pria keluar dari area kos-kosan sambil membawa senjata tajam sebelum meninggalkan lokasi.
Kasi Humas Polresta Manado AKP Agus Haryono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurut Agus, Tim Inafis sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
“Hingga saat ini pihak Sat Reskrim masih melakukan penyelidikan kasus tersebut,” jelas Agus.(daus)







