Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Prajas saat menyalurkan air bersih di Kepulauan Manado Tua.
MANADO, Poskomanado.co.id – Semangat “Polisi untuk Masyarakat” tercermin dalam pelayanan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara.
Tak hanya menjaga keamanan laut, personel Polairud juga hadir membantu warga yang tertimpa musibah, mulai dari wilayah pesisir hingga jalan raya.
Prinsip ini sejalan dengan semangat pelayanan Polri yang mengedepankan kepedulian, empati, dan tindakan nyata bagi masyarakat.
Semangat kemanusiaan itu menjadi bagian dari pelayanan yang terus didorong Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas. Ia meminta jajarannya mengedepankan kepedulian sosial dan kepekaan terhadap persoalan warga.
“Sebagai petugas Polri, kita dituntut untuk mempunyai jiwa kemanusiaan, sosial yang tinggi, serta berempati terhadap semua permasalahan di wilayah terhadap masyarakat,” ujar Bayuaji.
Masyarakat pesisir dan kepulauan kerap menghadapi tantangan tersendiri. Selain persoalan keamanan, mereka juga berhadapan dengan berbagai kendala sosial dan ekonomi.
Melalui patroli serta pembinaan masyarakat perairan atau Binmas Air, personel Ditpolairud berupaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada warga. Mereka tidak hanya memantau situasi laut, tetapi juga mendengar keluhan dan membantu mencari solusi atas kesulitan masyarakat.
“Selain kita menjaga pantai dan pesisir, tentunya kita membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat kepulauan dan masyarakat pesisir,” katanya.
Bagi Bayuaji, kehadiran polisi harus memberi manfaat nyata. Karena itu, ia mendorong setiap personel untuk peka terhadap kondisi di sekitarnya dan segera bertindak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Salah satu bentuk pelayanan tersebut terlihat saat Ditpolairud Polda Sulut menangani musibah yang menimpa seorang anak buah kapal (ABK) asal Bitung di perairan Morotai.
Korban mengalami kecelakaan kerja di atas kapal penangkap ikan hingga meninggal dunia. Kapal tersebut berasal dari Bitung dan perusahaan pemiliknya juga berada di kota tersebut.
Saat kapal bersandar di dermaga Polairud, petugas membantu proses evakuasi korban sekaligus menelusuri penyebab kematiannya.
“Kapal tangkap ini berasal dari Bitung, perusahaannya ada di Bitung. Ada kejadian kecelakaan laut di Laut Morotai, ABK-nya ada yang kecelakaan laut sampai meninggal. Begitu saat mereka sandar di dermaga Polairud, selain kita evakuasi korban, kita mengidentifikasi penyebab kematian tersebut,” jelas Bayuaji.
Untuk memastikan kronologi kejadian, polisi melakukan pemeriksaan medis awal dan meminta keterangan empat orang saksi.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, kepolisian menyimpulkan insiden itu merupakan kecelakaan kerja di atas kapal penangkap ikan.
Kepedulian personel Polairud juga terlihat di luar wilayah tugas perairan. Ketika menemukan warga yang mengalami musibah di jalan raya, mereka tetap berupaya memberikan pertolongan.
Bayuaji mencontohkan kejadian di jalan tol ketika petugas melihat ikan milik seorang warga berserakan di badan jalan.
Alih-alih melanjutkan perjalanan, personel tersebut berhenti untuk membantu. Mereka mengamankan arus lalu lintas sekaligus menolong warga mengumpulkan ikan yang tercecer.
“Di tengah jalan tol kita kedapatan masyarakat yang mengalami musibah, ikannya terhambur di tol, kita berhenti mengamankan lalu lintas di tol kemudian membantu membenahi ikan-ikan tersebut,” ungkapnya.
Tindakan sederhana itu mencerminkan bahwa pelayanan kepolisian tidak selalu berkaitan dengan penegakan hukum. Dalam situasi tertentu, kehadiran dan bantuan langsung juga menjadi bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat.
Untuk mempercepat pelayanan, Ditpolairud Polda Sulut mengajak nelayan dan masyarakat umum memanfaatkan layanan call center pengaduan yang terhubung langsung dengan petugas penjagaan Ditpolairud.
Masyarakat dapat menggunakan saluran tersebut untuk menyampaikan laporan terkait musibah maupun gangguan keamanan di wilayah perairan.
Ditpolairud juga mengingatkan para nelayan agar mengutamakan keselamatan saat melaut. Persiapan kapal, perlengkapan keselamatan, serta kewaspadaan terhadap kondisi cuaca menjadi hal penting sebelum beraktivitas di laut.
Bagi Ditpolairud Polda Sulut, menjaga keamanan perairan dan menolong sesama merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Kehadiran polisi diharapkan tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menghadirkan pertolongan saat masyarakat menghadapi keadaan darurat.(***)









