Jalankan Kegiatan Reses, Ronald Kansil Terima Keluhan Warga Madidir

BITUNG, poskomanado.co.id – Ronald Kansil menerima banyak aspirasi masyarakat saat menggelar kegiatan reses di Kantor Kecamatan Madidir siang tadi. Wakil Ketua I DPRD Bitung ini pun menegaskan komitmen untuk mengawal semua aspirasi yang masuk.

Ronald menggelar kegiatan reses ditemani Camat Madidir Heimans Bidara Kansil dan sejumlah staf perwakilan perangkat daerah. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka reses DPRD Bitung masa persidangan ketiga tahun kedua tahun sidang 2025-2026.

Seperti biasa, aspirasi yang masuk pada umumnya berkaitan dengan kondisi infrastruktur publik yang dianggap warga belum maksimal. Mulai dari kondisi jalan yang berlubang, drainase yang tersumbat, ketersediaan lampu penerangan jalan umum yang terbatas, yang pada ujungnya menghambat aktivitas masyarakat.

Contohnya seperti yang disampaikan dua peserta reses asal Kelurahan Madidir Weru, Almi dan Feni Supit. Keduanya mengeluhkan kondisi jalan rusak di dekat tempat tinggal mereka, termasuk jalan di bagian belakang Rumah Dinas Walikota Bitung. Menurut keduanya, penyebab kerusakan jalan tersebut dikarenakan tidak adanya drainase untuk aliran air.

“Jalannya rusak karena tidak ada drainase. Kalau turun hujan air langsung ke jalan sehingga mengakibatkan jalan cepat rusak dan sulit dilewati,” ungkap keduanya.

Keluhan soal ini sudah berkali-kali disampaikan. Dan bukan cuma Ronald, keluhan itu juga sudah disampaikan ke sejumlah anggota DPRD Bitung, baik dalam kegiatan reses maupun kesempatan lainnya. Karena itu, untuk kali ini Almi dan Feni berharap Ronald bisa menuntaskan persoalan dimaksud.

“Sudah beberapa anggota DPRD turun tapi tidak sampai sekarang belum juga terselesaikan. Harapan kami cuma satu, hanya ingin jalan itu diperhatikan,” tukas keduanya.

Aspirasi berbeda disampaikan peserta reses bernama Welmi Hamber. Jika yang lain menyorot soal infrastruktur publik, Welmi justru mengeluhkan polusi udara yang muncul di area PT Sinar Purefoods International. Meski isu ini bukan hal baru, namun bagi Welmi perlu diperhatikan karena sangat mengganggu warga.

“Memang bau menyengat ini sudah ada dari dulu. Tapi pemerintah perlu memperhatikan supaya jangan sampai kejadian di Tanjung Merah bisa terjadi di sini,” tukasnya menyentil isu serupa yang terjadi di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, terkait polusi udara imbas kegiatan produksi PT Futai.

Ronald sendiri langsung merespons semua aspirasi yang disampaikan. Terkait keluhan jalan rusak dan infrastruktur publik lainnya, ia menyinggung perihal kemampuan keuangan Pemkot Bitung yang belum stabil. Meski begitu, ia memastikan akan meneruskan keluhan itu ke pemangku kebijakan.

“Masyarakat perlu tahu bahwa tahun ini ada pemotongan dana transfer dari pusat ke daerah. Ini berlaku di seluruh Indonesia, sehingga kemampuan keuangan semua daerah jadi berkurang. Tapi perlu saya sampaikan, kalau nanti anggarannya ada, kami akan berupaya untuk memperbaiki infrastruktur yang kurang memadai,” tuturnya.

Perihal keluhan polusi udara di kompleks PT Sinar Purefoods International, Ronald memastikan akan mengawal aspirasi tersebut. Ia sepakat dengan penyampai aspirasi bahwa hal itu harus cepat ditindaklanjuti, agar kejadian yang tidak diinginkan bisa dicegah. Ronald pun menyatakan akan segera turun langsung ke lokasi.

“Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan selanjutnya turun langsung bertemu pemimpin perusahaan. Kalau memang bau itu berasal dari aktivitas mereka, kami akan mengingatkan untuk mematuhi SOP yang berlaku,” tandasnya.

Selain poin-poin di atas, Ronald menjamin semua aspirasi yang masuk akan diteruskan ke Pemkot Bitung. Sekalipun belum semua aspirasi bisa langsung terjawab, namun politisi Partai Gerindra ini berkomitmen mengawal dan terus memperjuangkan hingga bisa terealisasi. Ia hanya minta masyarakat sedikit bersabar saja.(bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *