BITUNG, poskomanado.co.id – Anggota DPRD Bitung Devi Barakati melontarkan pernyataan menarik. Ia menyebut Gibran Rakabuming Raka tak mungkin jadi Wakil Presiden jika tak memiliki ijazah Paket C.
“Kalau Gibran tidak ada (ijazah) Paket C, tidak mungkin jadi Wapres,” ujarnya.
Devi melontarkan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang digelar DPRD Bitung siang ini. Rapat itu membahas aspirasi yang masuk terkait pembayaran insentif tutor di pusat kegiatan belajar masyarakat atau PKBM.
Pernyataan Devi soal ijazah Gibran sempat mengundang gelak tawa peserta rapat. Akan tetapi, ia menegaskan pernyataan itu tidak punya tendensi apapun. Ia menyampaikan hal itu karena sesuai dengan materi rapat dengar pendapat umum.
“Artinya pendidikan kesetaraan ini sangat penting. Sebab PKBM ini jadi lembaga alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan di bidang pendidikan. Bisa dibayangkan kalau tidak ada PKBM, banyak masyarakat kita yang mungkin tidak bisa punya ijazah,” tuturnya.
Karena itu, Devi meminta insentif bagi tutor PKBM harus direalisasikan. Ia mengingatkan bahwa dalam pembahasan APBD ada ketentuan mandatory spending untuk pendidikan sebesar 20 persen, yang mungkin saja termasuk anggaran untuk insentif tutor PKBM.
“Dan kebetulan saat ini ada pembahasan antara Banggar dan TAPD soal APBD Perubahan, jadi saya usulkan agar persoalan ini bisa diakomodir,” pintanya.
Aspirasi soal pembayaran insentif bagi tutor PKBM dilayangkan oleh Iskandar Rifai dan Oktavianus Barauntu. Keduanya diketahui pegiat PKBM di daerah ini. Aspirasi ini dibahas di rapat dengar pendapat umum yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bitung Ronald Kansil.(bds)






