Sebelum Calonkan Diri, Pernah Menjabat Plt WR II yang Membidangi Keuangan

“Tidak, tidak, saya tidak tau. Saya Plt (WR II) hanya dua bulan. Dua bulan saya Plt. Kalau, kalau Plt itu kan kewenangan hanya terbatas. Hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang memakai logistik lainnya, hanya sehari-hari lah. Tidak masuk di proyek dan segala macam,”
JOSEPH KAMBEY, REKTOR UNIMA.
MANADO, poskomanado.co.id–‘BOLA PANAS’ Polemik MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU UNIMA 2024 dengan total PAGU Rp 41,5 miliar terus bergulir.
Setelah sebelumnya nama REKTOR periode 2020-2024 DEITJE KATUUK dan eks WAKIL REKTOR (WR) II SANUSI GUGULE, kali ini giliran nama JOSEPH KAMBEY, REKTOR UNIMA yang sekarang disebut diduga terlibat.
Sumber resmi dari UNIMA mengungkapkan kepada POSKO MANADO, akhir pekan lalu, sebelum mencalonkan diri sebagai REKTOR, JOSEPH KAMBEY pernah menjabat PLT WR II di akhir 2024 hingga awal 2025.
“REKTOR JOSEPH KAMBEY pernah pegang (menjabat) WR II UNIMA. Seingat saya dari September 2024 hingga Februari 2025. Jadi sebelum ia mencalonkan diri sebagai REKTOR UNIMA, WR II sudah ia pegang (menjabat),” ungkapnya sembari mewanti-wanti agar namanya disimpan.
Disebut, PEMBAYARAN PELUNASAN MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU, khususnya di PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK dengan KODE RUP 47672482 dan PAGU Rp 36.000.000.000,-; dilakukan saat JOSEPH KAMBEY menjabat Plt WR II.
“PEMBAYARAN PELUNASAN PROYEK PENGADAAN PERALATAN LAB (LABORATORIUM DAN TIK) yang Rp 36 miliar itu, bukan saat SANUSI GUGULE yang pegang (menjabat) WR II, tapi saat JOSEPH KAMBEY (yang menjabat). Jadi JOSEPH KAMBEY juga diduga terlibat,” sebut sumber.
Ditambahkan, untuk PEMBAYARAN PELUNASAN RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM dengan KODE RUP 47672480 dan PAGU Rp 5.511.444.000,- yang pekerjaannya tak selesai di tahun anggaran 2024; dilakukan di 2025 saat JOSEPH KAMBEY sudah menjabat REKTOR UNIMA, yang notabene sebagai KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA).
“PEMBAYARAN (PELUNASAN) RENOVASI GEDUNG LAB (LABORATORIUM) yang diduga dikerjakan asal-asalan dan tanpa pengaman berupa tralis, dilakukan di 2025 saat JOSEPH KAMBEY sudah jadi REKTOR, sudah jadi KPA,” beber sumber.
Sebelumnya, JOSEPH KAMBEY saat dikonfirmasi via sambungan WhatsApp di 0811-436-xxx beberapa waktu lalu, membenarkan kalau dirinya pernah memegang jabatan WR II yang membidangi keuangan. “Saya Plt (WR II) waktu itu,” katanya.
Anehnya, saat ditanya soal seharusnya dia mengetahui soal PEMBAYARAN proyek tersebut, JOSEPH KAMBEY mengatakan dirinya tidak mengetahui. Ia beralasan, hanya menjabat Plt WR II hanya dua bulan.
“Tidak, tidak, saya tidak tau. Saya Plt (WR II) hanya dua bulan. Dua bulan saya Plt. Kalau, kalau Plt itu kan kewenangan hanya terbatas. Hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang memakai logistik lainnya, hanya sehari-hari lah. Tidak masuk di proyek dan segala macam,” sambungnya.
Dalam pemberitaan sbelumnya, SANUSI GUGULE disebut DEITJE KATUUK yang TANGANI LANGSUNG MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU.
“Yang LAB (MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU) itu, yang tangani itu langsung itu WR II. Jadi saya tidak tau, tidak tau persis,” kata DEITJE KATUUK saat dikonfirmasi POSKO MANADO via sambungan WhatsApp di 0821-9671-3xxx, Rabu (15/04/2026), sekira pukul 13.02 WITA, terkait dirinya disebut oleh PPK PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK NICKY TUMALUN; sebagai ‘BOS BESAR’ yang membuat pelaksanaan proyek TIDAK SESUAI PROPOSAL.
Ditanya siapa WR II saat itu yang dirinya maksud, sebab di 2024, selain SANUSI GUGULE, REKTOR UNIMA yang sekarang, JOSEPH KAMBEY, juga pernah memegang jabatan WR. DEITJE KATUUK menyebut SANUSI GUGULE. “Pak SANUSI GUGULE,” sebutnya.
Menurutnya, SANUSI GUGULE yang paling tau soal MEGA PROYEK yang terdiri dari PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK serta RENOVASI GEDUNG LABORATORIUM. “Ya, dia yang lebih tau,” tutup DEITJE KATUUK.
Terpisah, SANUSI GUGULE berkali-kali dihubungi via sambungan dan pesan WhatsApp di 0896-1941-6xxx, belum merespon upaya konfirmasi. Terakhir, dihubungi Jumat (17/04/2026), sekira pukul 12.59 WITA, 13.00 WITA dan 13.01 WITA, tetap tak merespon. Begitu juga pesan sekira pukul 13.03 belum dibalas hingga berita ini tayang.(ian)






