Siapa yang Disebut BOS BESAR Dibalik MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU UNIMA?

PPK NICKY TUMALUN: Yah masih DEITJE

Yah jelas saat itu pimpinan saat itulah. Musti tanya? kan saat itu sudah jelas. Pimpinan saat itu yang berkuasa saat itu yang mengambil kebijakan bikin LAB TERPADU begitu. Tapi itu sudah dalam perjalanan bukan dari serta pelaksanaan di tahun anggaran yang jadi begitu.” NICKY TUMALUN, PPK PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK TA 2024

Emang Rektor yang buat-buat proposal?” DEITJE KATUUK, REKTOR UNIMA 2020-2024

MANADO, poskomanado.co.id–Penyebab MEGA PROYEK LABORATORIUM TERPADU TA 2024 dengan total PAGU Rp 41,5 miliar TAK SESUAI PROPOSAL, disebut PPK PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK NICKY TUMALUN ialah ‘BOS BESAR’.

Makin menarik, yang dimaksud sebagai ‘BOS BESAR’, yakni DEITJE KATUUK, REKTOR UNIMA periode 2020-2024.

Dimana, NICKY TUMALUN menyebutkan, sesuai PROPOSAL, PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK bukan di LABORATORIUM TERPADU, melainkan di Laboratorium Program Studi (Prodi) setiap fakultas. Tapi saat pelaksanaan, ‘BOS BESAR’ buat KEBIJAKAN SEOLAH-OLAH LABORATORIUM TERPADU.

“Jadi agak beda sedikit antara proposal dan pelaksanaan. Dan itukan bukan kewenangan saya. Itu tentu harus tanya BOS BESAR. BOS BESAR yang tentukan. Waktu penyusunan proposal itu, itu, itu harusnya per lab tapi sesudah dalam pelaksanaannya dikonsolidasikan jadi satu lab. Itu sudah bukan kewenangan saya,” katanya saat dikonfirmasi POSKO MANADO via WhatsApp di 0852-5651-1xxx, beberapa waktu lalu.

Ditanya siapa yang dimaksud sebagai ‘BOS BESAR’, NICK TUMALUN mengatakan pimpinan UNIMA saat itu.

“Yah jelas saat itu pimpinan saat itulah. Musti tanya? kan saat itu sudah jelas. Pimpinan saat itu yang berkuasa saat itu yang mengambil kebijakan bikin LAB (LABORATORIUM) TERPADU begitu. Tapi itu sudah dalam perjalanan bukan dari serta pelaksanaan di tahun anggaran yang jadi begitu,” bebernya.

Ditanya apakah bos besar yang ia maksud eks REKTOR UNIMA DEITJE KATUUK atau REKTOR UNIMA yang sekarang, NICKY TUMALUN menyebut DEITJE. “Yah masih DEITJE,” sebutnya.

Ditanya lagi untuk memperjelas soal maksud pernyataannya kalau yang mengatur PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK berbanderol Rp 36 miliar dalam pelaksanaan TAK SESUAI PROPOSAL, karena DIBUAT SEOLAH-OLAH LABORATORIUM TERPADU, adalah eks REKTOR DEITJE KATUUK; NICKY TUMALUN membenarkan.

“Ha begitu. Tapi untuk di proposal dan perencaan memang terpisah. Jadi begini, kami itu ada proposal, di proposal itu ada perencanaan yang di dalam proposal. Tapi di perencanaan ternyata itu jadi satu, begitu.Dan itu nya, nya, nya, nya, nya jadi itu yang jadi masalahnya di situ. Kan kalau saya, karena itu bukan bagian saya, tidak masuk campur. Saya pasif saja, melaksanakan saja sesuai bidang saya,” ujarnya.

Diperjelas kalau maksud pernyataannya terakhir kalau ia hanya bekerja sesuai Tupoksi di PROYEK PENGADAAN PERALATAN LABORATORIUM DAN TIK, NICKY TUMALUN mengiyakan. Dimana ia mengklaim bekerja sesuai usulan dari user.

“Iya, sesuai pengusul. Sesuai user. Si user yang usul, saya kembalikan ke mereka. Walupun, yah salah-salah lab belum jadi (RENOVASI LAB belum selesai). Jadi walupun saya mau kasih di LAB (LABORATORIUM) TERPADU itu, tetap memang tidak bisa apa-apa. Tidak ada, mau isi di bangunan yang belum jadi? Tidak mungkin toh?” tuturnya.

Terpisah, DEITJE KATUUK saat dikonfirmasi via sambungan WhatsApp di 0821-9671-3xxx, Rabu (15/04/2026), sekira pukul 13.02 WITA, membantah hal tersebut. “Emang Rektor yang buat-buat proposal?” tekannya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, NICKY TUMALUN menyatakan, untuk mengembalikan peralatan LABORATORIUM TERPADU yang tersebar di Laboratorium Prodi tiap fakultas, dibutuhkan anggaran lagi untuk sewa teknisi.

“Bisa dimanfaatkan. Dapat dimanfaatkan itu lab (LABORATORIUM TERPADU) cuma dengan catatan begini, ada beberapa barang yang kompleks tidak sembarang kasih pindah. Itu perlu teknisi ahli dan itu tentu perlu ada kebijakan dari pimpinan sekarang,” katanya.

“Kalau mau adakan (pemindahan) harus sewa orang itu, orang yang mampu.. membayar tenaga jasa yang mampu memindahkan alat-alat itu.Kalau cuma mau angkat pindah gampang. Tapi kalau dia rusak di saat pemindahan? Karena barang-barang itu ada barang sistem dia, banyak komponen. Begitu,” sambungnya.

Menariknya, saat dikejar soal seharusnya peralatan laboratorium dan TIK yang tersebar di laboratorium prodi milik LABORATORIUM TERPADU, NICKY TUMALUN menyebutkan hal yang menarik.

“Begini, kalau mau ikut proposal tidak begitu bunyinya. Kalau mau ikut proposal, itu user. Cuma pada kebijakannya DIBUAT SEOLAH-OLAH LAB (LABORATORIUM) TERPADU. LAB TERPADU tidak harus menampung alat-alat itu. Sebenarnya dia akan ada penambahan alat dan alat-alat dari lab-lab tertentu akan dipindahkan ke situ,” sebutnya.(ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *